SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Masa tenang menjelang pemungutan suara Pilkada 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat Kabupaten Pangkep untuk merenungkan pilihan pemimpin masa depan.

Di tengah hiruk-pikuk isu pembangunan, aspek kelestarian lingkungan muncul sebagai sorotan utama yang patut menjadi pertimbangan.

Pasalnya, Kabupaten Pangkep memiliki kekayaan alam yang melimpah, dari gugusan pegunungan karst, lahan pertanian yang subur, hingga pesisir yang kaya sumber daya.

Namun, ancaman kerusakan lingkungan akibat eksploitasi berlebihan dan proyek pembangunan yang tidak berkelanjutan semakin nyata, mengancam keindahan alam yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat.

Kordinator Rekan edukasi Lingkungan dan Alam sejahtera Indonesia (Relasi) Pangkep, Muhammad Wihandi Wiguna, mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

“Pilkada ini bukan sekadar soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang masa depan lingkungan kita. Pemimpin yang kita pilih harus berani menolak proyek yang merusak alam dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Wihandi dalam keterangan tertulisnya ke Redaksi Simpul Rakyat, Selasa (26/11/2024).

Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masa tenang sebagai waktu refleksi, bukan terpengaruh oleh opini yang tidak jelas. Pilihan pemimpin kali ini, menurutnya, harus didasarkan pada visi keberlanjutan yang mampu menjamin keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

“Besok adalah saat yang menentukan. Suara kita akan menjadi penentu arah pembangunan Pangkep. Pilihlah dengan hati dan pikiran demi lingkungan yang lestari serta pembangunan yang tidak hanya memikirkan hari ini, tetapi juga masa depan,” pungkas dia.

Di tengah pertarungan politik, suara masyarakat Pangkep esok hari akan menjadi penentu, apakah mereka memilih pemimpin yang hanya berfokus pada pembangunan atau yang berani menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang. (**)