SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pendidikan menggelar pelatihan untuk Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) se-Kabupaten Luwu, dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting.

Digelar di Aula Bappelitbangda, Kota Belopa pada Rabu, (20/11) pagi, acara dibuka oleh Asisten II Bupati Luwu, Suparman.

Dalam sambutannya, Suparman mengapresiasi kinerja OPD yang ada di lingkup Pemkab Luwu, karena beberapa tahun terakhir, berhasil menekan angka stunting.

“Tahun 2021 sampai 2022 angka stunting masih 32 persen, bayi yang ada. Semakin kesini, di 2022-2023 pecah dari 20 persen, sisa 19 persen sekian. Selanjutnya, semakin tahun akan semakin membaik, karena wacana yang kita lakukan. Kita berharap, 2023-2024 bisa menyisakan 8 sampai 12 persen,” kata Suparman.

Salahsatu program yang dianggap berhasil, yakni program Bapak-Ibu Asuh yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

“Program atas nama pemerintah, yang diinisiasi Dinkes, bagaimana bapak asuh dan ibu asuh yang tergolong stunting, sudah Di SK kan, sejak April sampai hari ini. Insha Allah ketika semua keluarga yang masuk Paud ini setelah mendapatkan pelatihan kemudian turun di lapangan, bisa memperkecil lagi angka stunting di kabupaten Luwu,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi menerangkan bahwa stunting ini program Nasional, bukan hanya di Luwu, tapi skala Nasional, sehingga persoalan ini tidak hanya diselesaikan oleh dinas kesehatan saja atau KB saja, tapi semua stakeholder Haris ikut berpartisipasi, sehingga begitupun Dinas Pendidikan. Penanganannya pula bukan sekarang, tapi anak sejak kecil, bahkan orang tuanya yang pra nikah.

Suasana Pelatihan Guru PAUD dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu. (Foto: M Fatwa/SimpulRakyat.co.id)

“Kami undang kita semua, khusus nya para peserta, untuk visi Indonesia 2025 Indonesia emas, artinya mulai tahun ini kita harus persiapkan harus emas, kesehatan harus prima untuk tantangan kedepan,” kata Andi Palanggi.

Ia juga menambahkan agar seluruh pendidik memperhatikan Kebersihan, sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

“Di sekolah harus ada tempat cuci tangan, ini kita koordinasikan ke kepala sekolah agar bisa ada di sekolah, jangan sampai anak mau makan, tidak cuci tangan,” tambahnya.

Terakhir, ia meminta kepada peserta untuk mengikuti kegiatan sebaik-baiknya yang rencananya bakal digelar hingga 24 November mendatang.

“Nanti setelah kita dapat ilmunya, bisa mentracking murid yang kena stunting, kemudian, koordinasi dengan orang tua murid untuk rutin koordinasi pihak kesehatan agar mendapatkan penanganan khusus,” kunci Palanggi.