SimpulRakyat.co.id, Khazanah – Dalam kehidupan rumah tangga, adab makan memiliki peran penting, termasuk bagaimana seorang suami menyikapi makanan yang disajikan oleh istrinya.

Rasulullah SAW mengajarkan agar seseorang tidak mencela makanan apa pun, baik yang disukai maupun tidak.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW selalu menunjukkan sikap santun terhadap makanan.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekali pun. Apabila beliau berselera, beliau memakannya. Apabila tidak suka, beliau meninggalkannya (tidak memakannya),” (HR Bukhari No. 5409 dan Muslim No. 2064).

Meneladani sikap ini, Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu ceramahnya mengingatkan para suami agar tidak mengkritik masakan istri, meskipun tidak sesuai selera.

Menurutnya, lebih baik suami memilih diam daripada memberikan komentar negatif.

“Kalau masakan istri tidak cocok di lidah, tidak perlu mengomentari apalagi mengkritik. Diam lebih baik. Tapi istri juga perlu memahami bahwa ketidaksukaan suami bukan berarti ia tidak menghargai usaha istrinya,” jelas UAH dalam ceramahnya, disambut tawa jemaah.

Diam Adalah Kunci, Harmoni Adalah Tujuan

Lebih lanjut, UAH menyarankan para suami agar tidak mengungkapkan ketidaksukaannya ketika makanan sudah dihidangkan. Hal ini dapat menghindarkan perselisihan dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Tugas utama istri bukan hanya memasak, tetapi berbakti kepada Allah dengan menaati suaminya, selama tidak bertentangan dengan syariat,” jelasnya.

Meski demikian, UAH menegaskan bahwa seorang istri berhak menolak permintaan suami yang melanggar ajaran agama, namun harus dilakukan dengan cara lembut agar tidak menyakiti perasaan.

“Istri boleh menolak perintah yang bertentangan dengan agama, tapi lakukan dengan tutur kata yang lembut,” tambah UAH.

Menjaga Nama Baik Suami dan Keluarga

Selain soal makanan, UAH juga mengingatkan para istri untuk menjaga nama baik suami dan keluarga. Hal ini perlu dilakukan tidak hanya di hadapan suami tetapi juga ketika tidak bersama.

“Hati-hati dalam berbicara. Jangan membicarakan hal-hal yang tidak perlu, terutama tentang suami,” pesannya.

Nasihat ini menjadi pengingat penting bagi pasangan suami-istri untuk menjaga komunikasi yang baik dan saling memahami, terutama dalam hal-hal sederhana seperti makanan, agar tercipta rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.