SimpulRakyat.co.id, Makassar  – Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Makassar mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menenggelamkan dua kapal asal Singapura yang tertangkap mencuri pasir laut di perairan Indonesia.

Dua kapal tersebut, MV Yang Cheng 6 dan MV Zhou Shun 9, kepergok mengeruk pasir di wilayah Pulau Batam selama sembilan jam dalam tiga hari berturut-turut dan tercatat memasuki perairan Indonesia hingga 10 kali dalam sebulan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap kedua kapal tersebut di Perairan Batam, Kepulauan Riau.

Menurut informasi KKP, kapal-kapal ini mengangkut sekitar 10.000 meter kubik pasir laut yang rencananya akan dikirim ke Singapura.

Namun, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Viktor Gustaaf Manoppo, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada izin resmi terkait pemanfaatan pasir laut yang dikeluarkan, sesuai dengan PP Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sedimentasi Pasir Laut.

Direktur LKBH Makassar, Muhammad Sirul Haq, mendesak Presiden Jokowi untuk segera mengambil tindakan tegas.

“Jokowi jangan tinggal diam, segera tenggelamkan dan minta Singapura untuk kembalikan pasir laut yang telah dicuri. Kalau perlu, kenakan denda dan ganti rugi,” ujar Sirul Haq, Minggu (13/10/2024), di sela aktivitasnya mendampingi sejumlah kasus hukum.

Lebih lanjut, Sirul Haq membeberkan bahwa kedua kapal tersebut terindikasi melanggar sejumlah regulasi maritim. Kapal-kapal ini tidak hanya mengibarkan bendera Singapura, tetapi juga bendera Malaysia dan Sierra Leone—negara di Afrika Barat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, MV Yang Cheng 6 bahkan tidak memiliki dokumen lengkap selain identitas pribadi sang nahkoda.

“Ini jelas pelanggaran berat. Menenggelamkan kapal seperti ini tidak perlu menunggu lama. Presiden harus berani mengambil tindakan tanpa gentar terhadap Singapura,” tegas Sirul Haq, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Sulawesi Selatan.

LKBH Makassar mendesak pemerintah agar tidak ragu dalam bertindak. “Jangan sampai Jokowi hanya pandai sembunyi di bawah bantal dan tak berani menghadapi Singapura,” tutup Sirul Haq.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden pencurian sumber daya alam laut Indonesia dan diharapkan pemerintah segera memberikan respons konkret demi menjaga kedaulatan maritim nasional. (James)