SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan segera meluncurkan uji coba program makan siang gratis bagi siswa di tiga kabupaten, yakni Pangkep, Jeneponto, dan Luwu Timur.
Program ini dirancang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kekurangan gizi yang tinggi di wilayah tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperbaiki gizi anak-anak.
Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menjelaskan bahwa uji coba di tingkat SD akan dimulai di Jeneponto, di mana sebanyak 102 siswa telah didata. Program makan siang ini akan berlangsung selama tiga bulan, dengan anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp 191 juta, berdasarkan asumsi biaya Rp 25 ribu per porsi.
“Untuk SD Jeneponto, kami telah mendata 102 anak. Jika program ini berjalan selama tiga bulan, dibutuhkan sekitar Rp 191 juta,” ungkap Iqbal di kantornya, Kamis (26/9/2024).
Sementara itu, uji coba di tingkat SMP akan dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, dengan jumlah siswa yang terdaftar sebanyak 239 orang. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 448 juta untuk tiga bulan, dengan perhitungan Rp 25 ribu per porsi.
“Untuk tingkat SMP, kami menyiapkan Rp 448 juta, dengan jumlah siswa 239 orang,” tambah Iqbal.
Selain itu, program ini juga akan menyasar tingkat SMA, dengan 356 siswa yang diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 742 juta, sehingga total anggaran selama tiga bulan untuk seluruh jenjang mencapai Rp 1,3 miliar.
Iqbal menjelaskan bahwa besaran Rp 25 ribu per porsi masih akan diformulasikan ulang untuk memastikan kecukupan nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Kami masih melakukan kajian apakah Rp 25 ribu sudah memenuhi standar gizi. Tujuan akhirnya, tentu harus mencakup 4 sehat 5 sempurna,” jelasnya.
Program ini juga berkaitan dengan rencana besar Pemprov Sulsel dalam menyiapkan cadangan pangan yang cukup, sebagaimana telah dibahas oleh Penjabat Gubernur Sulsel, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, bersama Dinas Ketahanan Pangan.
Zudan mengungkapkan bahwa Pemprov tengah menggodok rancangan peraturan daerah (ranperda) terkait cadangan pangan untuk mendukung program makan siang gratis ini.
“Perda cadangan pangan sangat penting, apalagi untuk mendukung program makan siang gratis di era kepemimpinan Pak Prabowo. Ketersediaan pangan seperti beras, telur, ikan, daging, dan sayuran harus terjamin setiap hari,” ujar Zudan di Kantor Gubernur Sulsel.
Zudan menekankan pentingnya pemetaan sentra produksi pangan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pangan di seluruh wilayah Sulsel.
“Pemetaan produsen pangan harus dilakukan agar cadangan pangan di setiap kabupaten dapat dipantau secara pasti,” tambahnya. (*)


Tinggalkan Balasan