SimpulRakyat.co.id, Luwu – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Luwu selalu tampak ramai dengan antrian kendaraan yang menggunakan bahan bakar jenis Solar.

Antrian kendaraan ditenggarai maraknya pengisian jerigen yang juga dilakukan pelangsir minyak.

Berbekal surat keterangan (Suket) petani, pelangsir minyak melancarkan modusnya ‘menyedot’ solar subsidi hingga ribuan liter perhari.

Akibatnya, beberapa supir angkutan umum dan truk serta para penggarap sawah kesulitan mendapatkan solar.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Seorang supir Truk, inisial S (43) yang telah mengantri berjam-jam untuk mendapatkan BBM Solar.

“Saya sudah dua jam lebih mengantri disini untuk membeli solar pak,” ujarnya kepada media ini, Minggu (16/6).

Lebih parahnya lagi, kata dia, antrian seperti itu telah berlangsung selama dua (2) bulan terakhir. Sehingga memaksa para supir bersabar untuk mendapatkan BBM dengan harga yang lebih terjangkau ini.

Sementara Supir Truk, inisial S (35), menyatakan telah menghabiskan waktu satu jam lebih mengantri untuk membeli solar.

“Kasian kami ini pak, menghabiskan waktu hanya untuk membeli solar,” keluhnya.

Di lain pihak, petugas pengisian BBM di SPBU setempat, inisial S (30), membenarkan antrian yang telah terjadi selama dua bulan terakhir.

“Antrian terjadi karena banyaknya orang yang menggunakan Jerigen mengambil solar,” katanya, tanpa memberikan informasi pasti tentang jumlah suplai yang tersedia.

Masyarakat berharap kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak Pertamina, agar dapat menertibkan para pelangsir minyak, sehingga mempermudah para supir angkutan umum dan petani untuk mendapatkan BBM Bersubsidi jenis solar.

Sementara itu, dari pihak SPBU 74.919.02 Belopa yang terletak di Sepppong, Kecamatan Belopa Utara, inisial K (45) mengatakan bahwa pasokan BBM Solar yang masuk berselang-seling.

“Kalau hari ini masuk 8 KL besoknya 16 KL. Dan itu setiap hari, adapun masalah kuota itu ditentukan oleh orang Depot,” kuncinya.