SimpulRakyat.co.id, Luwu – Persoalan akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Luwu sebulan terakhir belum usai.
Hingga kini, masih ada puluhan Murid yang tidak bisa mengakses ruang belajar hingga harus menumpang di gedung kosong hingga rumah pribadi milik kepala sekolah
33 Murid SDN Tibussan misalnya, memanfaatkan rumah kepala sekolah yang berada di Kecamatan Bajo. Sementara, 32 Murid dari SDN Buntu Sarek terpaksa memanfaatkan kantor korwil Dinas Pendidikan di Kecamatan Bajo untuk proses belajar mengajar.
“Untuk sementara masih ada 2 sekolah yang mengungsi. Yaitu SDN Tibussan dan SDN Buntu Sarek,” kata Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Padri Noer.
Meski dengan fasilitas seadanya, kata Andi Padri melanjutkan, murid diharap mampu mengejar ketinggalan materi setelah beberapa minggu tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka, dampak bencana banjir dan tanah longsor pada 3 Mei lalu.
“Kita berharap Murid bisa mengejar ketertinggalan, mereka semua sudah ujian PAT,” sambung Andi Padri saat ditemui wartawan, Kamis, (6/6) siang.
Andi Padri kemudian berharap, kondisi alam serta fasilitas bisa segara membaik sehingga proses belajar mengajar puluhan murid di 2 sekolah bisa kembali normal.


Tinggalkan Balasan