SimpulRakyat.co.id, Luwu – Enam Tenaga Kesehatan (Nakes) yang diturunkan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, hilang kontak dengan Kepala Dinas Kabupaten Luwu, dr Rosnawary.

Nakes tersebut diturunkan menggunakan Helikopter milik Polda Sulsel di Rante Lajang, Kecamatan Latimojong pada Senin, 6 Mei lalu. Rencananya Nakes yang terdiri dari Bidan dan Perawat itu akan menyisir desa Buntu Sarek dan Desa Tibussan untuk memberikan pertolongan kepada warga tertimpa Bencana pada Jum’at 3 Mei lalu.

Hilangnya kontak dengan Rosnawary dikarenakan, tempat-tempat yang dituju masih sulit mendapatkan jaringan telepon. Belum lagi, sejak bencana lalu, jaringan listrik ke lokasi tersebut dinyatakan padam.

“Sampai sekarang kami belum dapat laporan langsung dari nakes itu, mereka terkendala jaringan, tapi ada beberapa warga yang sudah mereka rawat, yang dievakuasi kemari ke posko induk bilang kalau 6 nakes itu baik-baik saja. Mereka memang mobile,” kata Rosnawary Basir, Selasa (7/5).

Sejak kemarin, Dinkes Luwu kembali mengirimkan 3 Nakes menggunakan Helikopter milik TNI AU ke Latimojong. Terdiri dari Bidan dan Perawat. Mereka akan menyasar posko di desa Bone Posi dan sekitarnya.

Di hari yang sama, menggunakan Helikopter berbeda, milik Polda Sulsel, juga dikirimkan 1 dokter bersama 1 perawat, dari posko gabungan menuju puskesmas Latimojong desa Rante lajang.

Hingga pagi ini, Rabu (8/5) total 15 perawat telah diterjunkan. 4 perawat tambahan kembali akan menyasar posko kecamatan Latimojong.

Sementara itu, kebutuhan obat-obatan dinyatakan cukup. Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa siap mensuplai sejumlah obat jika dibutuhkan, dengan cepat.

“Bantuan Dinkes provinsi, sementara ini masih menggunakan obat dari stok kabupaten. 14 hari kedepan sementara cukup, cepatji respon provinsi kalau kurang lagi,” kata Raosnawary.

Sejumlah penanganan medis dilakukan Dinkes sejak Pasca-Bencana diantaranya Luka-luka, penyakit kulit, batuk beringus, gangguan pernapasan, demam, sakit kepala, ada juga penderita penyakit yang kambuh, serta trauma.

Rosnawary kemudian mengimbau masyarakat Kabupaten Luwu pada umumnya, untuk menjaga kesehatan debgan pola hidup sehat, lingkungan bersih, serta pada keadaan tertentu karena debu Pasca banjir, bisa menggunakan masker.

“Tetap jaga kebersihan, kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, konsultasikan jika ada keluhan segera, dalam kondisi tertentu bisa menggunakan masker,” kunci Rosnawary.