SimpulRakyat.co.id, Luwu – Terlaksananya program Sibening (pendampingan bapak ibu asuh bagi balita Stunting) Luwu dan Prevelensi Stunting menurun menjadi harapan Kadis Kesehatan Kabupaten Luwu, dr Rosnawary Basir.

Hal itu diungkapkan dalam laporannya pada kegiatan Launching Program Sibening Luwu di Aula Bappelitbangda Kabupaten Luwu pada Senin (20/5) siang.

Launching dihadiri langsung PJ Bupati Luwu, H Muh Saleh, Forkopimda, para kepala OPD, Para Camat, Para Kepala Desa serta orang tua yang membawa balita.

Dokter Rosnawary melanjutkan bahwa Launching Sibening dilakukan dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta pencapaian tujuan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.

“Dipandang perlu dilakukan percepatan Pencegahan dan penurunan stunting, percepatan Pencegahan & penurunan stunting ini dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergitas, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Pj Bupati Luwu, Muh Saleh melaunching Sibening. (Foto: Fatwa/SimpulRakyat.co.id)

“Selain hal tersebut diatas, diketahui bahwa Prevalensi Stunting Balita di Kabupaten Luwu Masih cukup tinggi, yang dapat menghambat Peningkatan kesehatan masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia di masa yg akan datang. Olehnya itu di perlukan suatu upaya untuk bersama-sama bergerak untuk memikirkan persoalan tersebut, salah satunya melalui INOVASI yang terstruktur dan berkesinambungan, dengan harapan INOVASI dapat memberi Dampak yang Positif untuk meningkatkan kualitas Hidup Masyarakat terutama Balita Balita Kita sebagai Generasi Pelanjut untuk Bangsa dan Negara, dan Insyaallah seperti kegiatan Hari ini yakni Lauching Program SIBENING,” tambah Rosnawary.

Dengan adanya Program Sibening Luwu, setiap Bapak-Ibu sebagai orang tua Asuh Balita Stunting dapat Melaksanakan Tugasnya Dengan Baik, Balita Stunting yang menjadi Anak Asuh dapat termonitor dengan baik, dan Pemantauan pertumbuhan, Perkembangan dan asupan Gizi Balita Stunting sebagai anak Asuh dapat terpantau dengan Baik.

Di tempat yang sama, PJ Bupati Luwu, H Muh. Saleh mengajak seluruh komponen untuk terlibat dalam penanganan Stunting di Luwu.

“Penanganan Stunting harus melibatkan seluruh komponen yang ada di kabupaten Luwu. Karena ini sebuah Anomali. Daerah kita dikenal kaya alamnya, kenapa masih banyak bayi Stunting, ada 30 persen. Kita harap dengan adanya program ini angka Stunting bisa kita tekan,” kata Muh Saleh.

Lanjut Muh Saleh, ada 6 indikator yang akan dilakukan dalam penanganan Stunting kali ini, diantaranya Peningkatan intervensi pemenuhan kebutuhan pangan, penguatan advokasi sosial, dalam mendorong gisi seimbang.

“Yang utama harus perbaikan data. By name by address. Saya melihat ibu hamil kita butuh penanganan saat mereka hamil, karena tidak dilakukan penanganan, tidak memeriksakan kandungan sehingga potensi melahirkan anak yang berpotensi Stunting ini sangat banyak,” tambah Muh Saleh.

Terakhir, ia berpesan kepada para Kepala Desa yang hadir untuk menggunakan anggaran dana Desa sebagaimana yang telah diatur, untuk memprioritaskan program penanggulangan Stunting.

Acara tersebut kemudian ditutup penyerahan sejumlah bantuan berupa makanan pokok, susu dan sereal untuk balita yang hadir.