Makassar, Simpulrakyat.co.id – Jelang 10 hari masa pemilihan Calon legislatif (Caleg) dihelat, kisruh antar caleg dan tim pemenangan kembali terjadi.

Persoalan ini ditenggarai puluhan koordinator tim pemenangan menagih janji biaya transport Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek tersebut digelar di kediaman AA Caleg DPR RI dapil Sulsel 1 Partai PDIP jl. Faisal XI no. 22 kecamatan Rappocini Kota Makassar. pada Sabtu 3 Februari 2024 lalu, sekira Pukul 16.00 – 20.00 Wita.

Kegiatan “Bimtek” yang digelar di rumah Caleg DPR RI dari PDIP (Foto: BiM4/Simpulrakyat)

R (36), salah seorang koordinator wilayah Tamalate mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan Caleg tersebut mengenai biaya oprasional dan komsumsi pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek).

“Sebelum acara kami sudah sepakat ada biaya transport (operasional), tapi kenyataannya selesai Bimtek tidak ada pembayaran.” ungkapnya kepada Media, Minggu (4/12/2024).

“Sebanyak 78 orang peserta Bimtek yang terdiri dari koordinator Dapil Mamarita (Mamajang, Mariso, Tamalate) saat ini sudah menagih ke saya biaya transport yang dijanjikan sebesar Rp.100 ribu per orang.” tambahnya,

Selain itu kata R, biaya komsumsi juga belum dibayarkan kepada pihak catering yang digunakan pada kegiatan Bimtek,

“Orang kepercayaannya pesan makanan 150 Nasi Dos, janjinya tiba di lokasi langsung dibayar tapi setelah barangnya tiba tidak ada pembayaran.” kesalnya.

Jika ditotal kerugian yang dialami jumlahnya Rp. 7.8 Juta ditambah biaya Komsumsi Rp. 2,1 juta, totalnya Rp.9.9juta.

R mengatakan telah berupaya berkomunikasi dengan pihak Caleg tersebut, namun hingga saat ini tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan itu,

R bersama rekannya datang menagih janji di rumah caleg AA (Foto: BiM4/Simpulrakyat)

“Saya sudah beberapa kali datangi rumahnya, bahkan hari ini dibawah hujan deras saya basah kuyup menunggu di depan rumahnya tapi pak caleg itu tidak mau keluar ketemu sama saya.” ucapnya.

Akibat peristiwa ini, R merasa sangat dirugikan dan akan melakukan upaya hukum dengan melaporkan caleg tersebut ke pihak berwenang,

“Nama kami rusak di bawah, bayangkan tim tim kami sudah tidak solid lagi, tidak percaya lagi dengan saya gara gara ulah caleg RI ini. Kami komitmen dengan menghadirkan massa sesuai permintaan, tetapi balasannya seperti ini.” tukas R.

“Saya akan laporkan persoalan ini ke pihak polisi, Bawaslu dan DPW PDIP Sulsel.” pungkasnya.

Dikonfirmasi AA mengenai persoalan tersebut mengatakan tidak ada pembicaraan tentang pemberian uang transport pada kegiatan itu tetapi pembicaraan biaya operasional. Dia juga menyebut kegiatan itu bukan bentuk Bimtek tetapi hanya acara tatap muka.

“Tidak ada (biaya) transport yang kita bicarakan tapi yang ada biaya operasional ketika sudah terverifikasi masuk ke tim. Kita bisa berikan biaya oprasional itu ketika mereka sudah bekerja untuk kita.” kata AA,

“Terkait Bimtek Itu saya tidak tahu siapa yang bahasakan Bimtek atau apa namanya, ini hanya bentuk kegiatan tatap muka dan dari awal memang saya tidak ingin ada Bimtek tapi ini pertemuan akbar saja.” tepisnya.

Sedangkan biaya komsumsi menurut AA sudah dibayarkan melalui transfer Bank ke pihak kepercayaan R,

“Komsusi itu sudah saya bayarkan kepada orang yang dia percayakan mengurus komsumsi dan kursi kursinya, totalnya senilai Rp.2.9 juta.” ucapnya. (BiM4)