SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Fahri Hamzah mengkritik peran media massa pada Pemilu dan Pilpres 2024 yang sedang berjalan.
“Sebenarnya prinsip media itu tidak boleh berpihak, itu tidak saja pada apa yang nampak,” kata Fahri Hamzah lewat video yang dibagikan di akun X miliknya, Selasa (2/1/2024).
“Tapi di hulunya juga harus clean bahwa media dan partai politik beserta calon kontestan partai politik itu tidak boleh punya keterkaitan dan hubungan sebab langsung atau tidak langsung,” tambah Fahri.
Lanjut dikatakan, keberpihakan itu akan menciptakan satu situasi antara media, partai politik dan calonnya akan saling mendukung.
“Inilah yang dicium oleh TKN pasangan nomor 2, sehingga seharusnya penyelenggara debat itu tidak bersumber dari media yang punya afiliasi kepada kandidat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tutur Fahri.
Fahri juga mengatakan, kepemilikan media di masa depan tidak boleh dikuasai oleh pemilik partai politik yang menciptakan penguasaan frekuensi publik secara partisan.
“Ada TV yang menyiarkan lagu partai politik dan bahkan kegiatan partai politik, seolah-olah di Indonesia ini hanya ada satu partai politik, lalu kemudian memberitakan kandidat lawan daripada partai dan yang berafiliasi dengan media tersebut, seolah-olah beritanya, berita buruk saja,” ujar dia.
“Tapi untuk kandidat dia berita baik saja hal-hal seperti ini nggak boleh dibiarkan karena ini menciptakan disfungsi dari jurnalisme yang independen dan modern kedepan saya kira kritik ini meluas kalau kita bisa lihat kecurangan dirasakan dan karena itu harus dihentikan,” pungkas Fahri.
Perihal frekwensi publik! pic.twitter.com/gXbzLkt5J4
— #AyoMoveOn2024 (@Fahrihamzah) January 2, 2024


Tinggalkan Balasan