SimpulRakyat.co.id, Madinah – Jubir Timnas AMIN/Ketum KoReAn, Muhammad Ramli Rahim menilai Cak Imin sudah tampil sangat baik dalam debat Cawapres menuju Pilpres 2024.

Ramli mengatakan, Cak Imin dengan slepetnya sudah tampil dengan baik dan mampu menguasai panggung.

“Namun ada satu hal yang kemudian dijadikan bahan serangan ke Cak Imin, yaitu soal pertanyaan tentang SGIE,” ungkap Muhammad Ramli Rahim dalam keterangan tertulisnya dari Madinah, Sabtu (23/12/2023).

Terkait pertanyaan Gibran soal SGIE, kata Ramli, sangat wajar jika Cak Imin bertanya balik karena itu adalah sebuah singkatan yang membutuhkan penjelasan atau paling tidak membutuhkan kepanjangan dari singkatan yang dimaksud.

“PKS misalnya, bisa saja merupakan kepanjangan dari Partai Keadilan Sejahtera tapi bisa juga Perjanjian Kerjasama,” terang dia.

Demikian halnya singkatan PSK, kata Ramli, bukan hanya Pekerja Seks Komersial tapi juga bisa menjadi Penterjemah Setiap Kepanjangan, bisa saja PSK itu Penjual Susu Kedelai atau Pemakai Sarung Kotak-kotak bahkan Penyuka Sate Kambing pun bisa PSK, Pemuda Sudah Kinclong, Pemudi Suka Keributan bahkan Perempuan Setengah Kutukupret pun PSK.

“Jadi sesungguhnya Cak Imin bertanya apa yang dimaksudkan oleh Gibran adalah sebuah kewajaran,” katanya.

Yang tidak wajar, lanjut Ramli,  justru adalah Gibran yang membuat pertanyaan yang tidak jelas, dalam dunia pendidikan, soal yang tidak jelas memang seharusnya tak mendapatkan jawaban.

“Meskipun mendahului pertanyaan dengan sedikit narasi, Gibran menanyakan singkatan yang kepanjangannya berbahasa Inggris tapi Gibran mengejanya dalam bahasa Indonesia. SGIE oleh Gibran seharusnya dibaca “es-ji-ai-i” bukan “es-ge-i-e” jadi jelaslah Cak Imin tidak tahu karena memang yang bertanya yang salah,” terang Ramli.

Lanjut dikatakan, Alfito Deannova, Moderator Debat Cawapres Perdana Pilpres 2024 jauh lebih keliru, bukannya meminta Gibran memperjelas SGIE yang dimaksud, malah memotong waktu Cak Imin dan menganggap permintaan memperjelas itu sebagai bagian dari jawaban.

“Apakah Alfito Deannova memang tak paham metode debat atau metode soal jawab atau memang dirinya juga dalam keberpihakan?,” imbuh Ramli.

Gibran pun sesungguhnya tidak tepat dalam istilah SGIE karena yang benar sesungguhnya adalah SGIER atau The State of Global Islamic Indicator Economy Report (SGIER) atau bisa juga disebut State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report jadi pertanyaan Gibran ini memang sangat tidak jelas.

“Bahkan jika dicari dengan menggunakan chatGPT, SGIE yang muncul malah Scalable Graph Inference Engine yang saya yakin Gibran pun akan bingung tentang hal tersebut. Namun setelah mendapatkan informasi yang cukup soal SGIE yang dimaksud Gibran maka mengalirlah jawaban Cak Imin,” pungkas Ramli. (*)