SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Juru bicara (Jubir) pasangan calon (Paslon) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Muhammad Said Didu saling serang dengan Tim TKN Prabowo-Gibran, Fahri Hamzah.
Awalnya, Fahri mengungkit Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam, sebagai salah satu pemicu pembelahan.
Menurut dia, elit harus sadar untuk memperbaiki persatuan. Fahri berharap agar sentimen SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) bisa dihentikan
“Pillkada DKI 2017 apapun adalah salah satu pemicu pembelahan. Elit harus sadar untuk terus menerus memperbaiki persatuan,” tulis Fahri di akun X miliknya, Rabu (27/12/2023).
“Pemilu adalah prosesi rutin yang ukurannya adalah kinerja dan prestasi yang kasat mata. Sentimen SARA kita hentikan,” tambah Fahri.
Pillkada DKI 2017 apapun adalah salah satu pemicu pembelahan. Elit harus sadar untuk terus menerus memperbaiki persatuan. Pemilu adalah prosesi rutin yg ukurannya adalah kinerja dan prestasi yg kasat mata. Sentimen SARA kita hentikan. #AyoAklamasiPrabowoGibran! https://t.co/6bnC0WjMCO
— #AyoMoveOn2024 (@Fahrihamzah) December 27, 2023
Tak terima pernyataan Fahri, Jubir AMIN Said Didu malah menyeret nama Ahok sebagai pemantik perpecahan SARA kala itu.
“Bung @Fahrihamzah yth, perpecahan dan SARA dilakukan oleh Ahok, kenapa terkesan Anies yang Anda salahkan. Saya berdoa semoga Allah masih menyisakan sedikit roh manusia di diri Anda,” timpal Said Didu.
Bung @Fahrihamzah yth, perpecahan dan SARA dilakukan oleh Ahok, kenapa terkesan Anies yg anda salahkan.
Saya berdoa semoga Allah masih menyisakan sedikit ROH manusia di diri Anda. https://t.co/s0uOVqELhc— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) December 27, 2023
Membaca pernyataan Said Didu, Fahri menyebut Jubir AMIN ini keliru memahami maksud yang disampaikan tersebut.
“Bukankah abang doktor? Baca teks singkat aja gagal nih abangku,” pungkas Fahri.


Tinggalkan Balasan