SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Jelang pendaftaran pasangan calon presiden (Capres) pada 19-25 Oktober 2023 mendatang, sejumlah analis politik memprediksi tidak menutup kemungkinan poros Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo terjadi pada Pilpres 2024.
Salah satu analis politik, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, potensi duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo itu bisa terjadi jika pasangan Bacapres Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) memiliki elektabilitas yang meningkat jelang pendaftaran di KPU.
“Jika elektabilitas pasangan Anies-Cak Imin meningkat dan pertumbuhan elektoral duet Koalisi Perubahan itu mengalami peningkatan yang signifikan sampai 19 Oktober 2023 atau menjelang didaftarkan ke KPU,” ungkap dia.
“Tapi kalau seandainya stagnan atau masih landai elektabilitasnya kemungkinan poros Ganjar tidak akan melebur ke poros Prabowo, tetap akan ada tiga poros capres-cawapres,” tambah Pangi lewat keterangan tertulisnya, Senin (25/9/2023).
Lanjut Pangi, hingga saat ini Ganjar dan Prabowo diketahui belum menentukan pasangan Cawapresnya yang dinilai ideal untuk digandeng dalam menghadapi Pilpres.
Diketahui, data Survei Voxpol Center pada Agustus 2023 menunjukkan bahwa sebesar 56,3 persen pemilih menginginkan pasangan Capres-Cawapres cukup dua pasang saja, dan sebesar 34,9 persen menginginkan pasangan Capres-Cawapres lebih dari dua pasang.
“Kalau kita breakdown dan kejar lagi pertanyaan selanjutnya yang menginginkan alasan mengapa sebaiknya pasangan capres-cawapres diikuti lebih dari dua pasang? Sebesar 50,4 persen agar pemilih mendapatkan alternatif pilihan yang beragam dan variatif,” ujar Pangi.
Kemudian, sebesar 18,1 persen agar tidak terjadi perpecahan dan keterbelahan yang berujung konflik di tengah masyarakat.
“Sebesar 13,4 persen agar terjadi kompetisi persaingan yang sehat dan fair dan sebesar 5 persen agar tidak terjadi eksploitasi politik identitas,” pungkas Pangi. (**)


Tinggalkan Balasan