SimpulRakyat.co.id, Luwu – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Luwu bakal mengawal kasus kekerasan yang menimpa sorang perawat di Kacamatan Bua.
Hal itu diungkapkan Ketua PPNI Kabupaten Luwu, Sahrun saat dihubungi wartawan media SimpulRakyat.co.id, pada Minggu (27/8) pagi.
Menurut Sahrun, kejadian yang menimpa perawat di Kecamatan Bua tersebut tidak dapat dibiarkan, sehingga perlu pengawalan di ranah hukum. Pasalnya, masyarakat tidak boleh melakukan tindakan semena-mena terhadap perawat yang tengah bertugas.
“Kami tetap jalan kawal ini, karena kasihan teman kami lakukan tindakan (perawatan) lalu diperlakukan seperti ini, kami kawal,” tegas Sahrun.
Lebih jauh, Sahrun menyebutkan jika perawat yang menjadi korban kekerasan di Puskesmas Bua itu telah melakukan upaya-upaya proses hukum.
“Tadi malam teman sudah jalan, setelah ke rumah sakit visum, ke Polres,” singkatnya.
Sebelumnya beredar video pemukulan terhadap seorang perawat di halaman Puskesmas di Kecamatan Bua. Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu tampak banyak warga menyaksikan pemukulan tersebut.
Belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib terkait kronologi kejadian tersebut, namun informasi sementara yang dihimpun media SimpulRakyat.co.id, jika pemukulan bermula setelah keluarga pasien memaksa masuk ke ruang perawatan namun dicegah oleh perawat.
“Kejadian di PKM Bua tadi teman perawat diborongi (dikeroyok)sama keluarga pasien KLL SB disuruh menunggu di luar karena mau dikerja ini pasien,” singkat seorang saksi.
Akibatnya, perawat yang menjadi korban pemukulan harus dilarikan ke RSUD Batara Guru untuk mendapatkan perawatan dan visum.


Tinggalkan Balasan