SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep menyoroti maraknya oknum yang mengaku wartawan menciderai profesi pers, di antaranya mengintervensi, mengintimidasi, menakut–nakuti bahkan memeras para pejabat.
Hal itu disampaikan Ketua PWI Pangkep, Muhammad Taqwa Al Hamdi saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan jurnalistik PWI Pangkep 2023, di Aula Appaka Baji, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkep, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Sabtu (26/8/2023) kemarin.
”Maraknya muncul wartawan tanpa media di daerah ini yang senantiasa mengintervensi, mengintimidasi dan menakut–nakuti masyarakat, termasuk para pimpinan instansi,” ungkap dia.
“Hal ini menjadi tantangan bagi pengurus PWI Kabupaten Pangkep untuk melakukan upaya antisipasi dini dengan melakukan pelatihan jurnalistik,” tambah Muhammad Taqwa Al Hamdi.
Lanjut dikatakan, untuk mencegah praktik wartawan abal-abal, pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, tak terkecuali para pelajar, ASN dan pejabat publik, perihal profesi wartawan dan kerja–kerja jurnalistik yang profesional serta bertanggungjawab berdasarkan amanat UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.
“Dengan menguasai keterampilan dasar jurnalistik, seseorang yang ingin menjadi jurnalis dapat lebih memahami bagaimana jurnalisme dengan baik, profesional dan bertanggungjawab,” tegas Muhammad Taqwa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, Dr Sabrun Jamil mengapresiasi pelatihan jurnalistik ini.
“Mempelajari jurnalistik akan meningkatkan kemampuan dalam menulis, sehingga bisa mengirimkan artikel ke surat kabar atau media massa, bisa mengasah kemampuan kita dalam wawancara, teknik menyampaikan berita dan lain-lain,” ungkap Sabrun saat membuka pelatihan tersebut.
Diketahui, pelatihan jurnalistik PWI Pangkep ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, menghadirkan pemateri dari tokoh pers yang juga Dosen Unhas, Dr H Dahlan Abubakar. (*)


Tinggalkan Balasan