SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Lembaga Demokrasi Celebes (LDC), bekerjasama dengan Rise Foundation, menggelar acara Forum Dengar Pendapat, terkait Isu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Kegiatan ini berlangsung di Cafe Titik Jumpa, Jl Terminal Baru, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Selasa (28/02/2023).

Forum Dengar Pendapat tersebut dihadiri 48 peserta, terdiri dari perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kaum remaja, ibu hamil, pendamping ibu hamil, tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep.

Pada forum ini, diketahui Kondisi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) masih dihadapkan pada beberapa persoalan, mulai dari adanya AKI, AKB, dan stunting.

Kepala Desa Panaikang, H Muhammad Arif mengapresiasi terselenggarannya Forum Dengar Pendapat tersebut.

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan usaha Lembaga Demokrasi Celebes bekerjasama dengan Rise Foundation dan USAID Madani untuk membantu pemerintah dalam menangani masalah yang berkaitan dengan Ibu hamil, stanting, hingga bayi baru lahir.

Lanjut dikatakan, Pemkab Pangkep saat ini sedang mengadakan sebuah gerakan untuk memastikan semua ibu hamil harus terlayani dengan baik.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menangani masalah yang berkaitan dengan ibu hamil, stunting, hingga bayi baru lahir, dan itu kami aplikasikan ke masyarakat dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil untuk mencegah stunting.” kata Muhammad Arif.

Susana Forum Dengar Pendapat di Cafe Titik Jumpa, Jl Terminal Baru, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Selasa (28/02/2023). (Foto: Arif/SimpulRakyat.co.id).

Dalam Forum Dengar Pendapat ini, ada 2 penanggap, yakni Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, dr H Muhammad Ihaq selaku perwakilan Dinas Kesehatan Pangkep, dan Syamsuddin Moedji dari Lembaga Demokrasi Celebes.

dr Muhammad Ishaq dalam tanggapannya mengatakan, untuk pelayanan kesehatan sudah tertuang dalam UU, outputnya menurunkan kesakitan dan angka kematian ibu hamil, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan itu sendiri.

“Gerakan Bumil Sehat rekomendasinya, di desa itu semua paham tentang regulasi penanganan pelayanan ibu hamil,” katanya.

“Layanan kesehatan ibu hamil yang berkualitas, minimal 6 kali ketemu dengan petugas kesehatan, dan minimal 3 kali ketemu dengan dokter, diperiksa golongan darahnya serta mendapatkan suplemen, makanan tambahan, kemudian dimudahkan aksesnya hingga tercipta layanan kesehatan ibu hamil dan bayi baru lahir,” tambah dr Muhammad Ishaq.

Sementara itu, Direktur Lembaga Demokrasi Celebes, Syamsuddin Moedji menekankan konsep kolaborasi dalam pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Masalah layanan kesehatan sebaiknya tidak lagi menjadi tanggung jawab dari tenaga kesehatan semata, pemenuhan layanan tentunya tidak akan tercapai dengan baik jika semua stake holder tidak terlibat dan melibatkan diri dengan konsep kolaborasi,” pungkas Syamsuddin Moedji. (M Arif Alif)