SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Seorang penumpang, Rusli (40) asal Pulau Sapuka, Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), meninggal dunia di atas Kapal Perintis Amukti Palapa.

Peristiwa itu terjadi saat kapal tersebut berlayar dari Pulau Sapuka, Pangkep-Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Senin (9/1/2023).

Diduga, Rusli meninggal di tengah pelayaran akibat menderita penyakit asma saat hendak berobat di Kota Makassar.

Di tengah perjalanan, jenazah almarhum diturunkan paksa di Pulau Balo-baloang oleh ABK sebelum tiba di Dermaga Paotere, Kota Makassar.

Terkait hal itu, pihak keluarga, H Saharuddin selaku mertua almarhum merasa kecewa dan menyayangkan keputusan pihak kru kapal tersebut.

“Saya sudah meminta dan memohon kepada Kapten Amukti Palapa agar menantu saya jangan diturunkan di Pulau Balo-baloang dan tetap dilanjutkan ke Makassar karena rencananya mau dimakamkan di Makassar. Tapi, kapten kapal menolak dan tetap menurunkan almarhum di Pulau Balo-baloang,” ungkap Saharuddin, Selasa (10/1/2022) kemarin.

Lanjut dia berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pembelajaran. Pasalnya, negara telah memberikan subsidi milyaran rupiah untuk kapal tersebut, bertujuan melayani masyarakat pulau.

“Teruntuk pihak pengelola, semoga ada evaluasi terhadap managemennya di kapal dan jangan ada lagi kejadian begini. Bila perlu tugaskan orang-orang yang benar-benar mengerti kondisi masyarakat pulau,” tutup Saharuddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sebelumnya almarhum Rusli dirawat di Puskesmas Liukang Tangayya. Kendati keterbatasan fasilitas dan tenaga medis sehingga keluarga berinisiatif meminta dirujuk ke RS Kota Makassar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kapal Perintis Amukti Palapa terkait sikap krunya menurunkan jenazah penumpang di Pulau Balo-baloang. (FW)