SimpulRakyat.co.id – Bank merupakan lembaga keuangan yang menghipun dana dari masyarakat dan menanamkannya kembali dalam bentuk aset kuangan lain seperti kredit, surat berharga, giro dan aktiva produktif lainnya, demikian Fajar Febrianto Sarewo, SE Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Biak Numfor, Provinsi Papua di hadapan Civitas Akademika Prodi Keperawan Politeknik Kesehatan Jayapura, Kelas Biak, Rabu 28 September 2022.
Di hadapan Pimpinan Program Studi Keperawatan Dr. La Jumu, S. Sos., S. Kep., Ns., MAP., MM. Kes, para dosen dan mahasiwa, Fajar Sarewo putera asli Biak Numfor ini menjelaskan, “Bank Rakyat Indonesia sebagai lembaga keuangan menjadi depository financial institution bagi pemberian fasilitas dan jasa perbankan bagi masyarakat baik dalam bentuk penyimpanan, pembayaran dan pemberian dana.”
Literasi BRI dan Dunia Digital
Fajar Sarewo mereduksi Literasi BRI sebagai transfer pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan, baik demand maupun supply berbagai produk BRI untuk diketahui publik.
Sedangkan literasi digital merupakan pengetahuan beserta kecakapan dalam menggunakan alat-alat teknologi dan komunikasi untuk melakukan akses terhadap berbagai produk unggulan BRI, sambil menunjuk Afandy Iskandar, ST., M. Si selaku Kepala Bagian Perkreditan BRI Cabang Biak yang menjelaskan lebih spesifik, pemanfaatan teknologi digital dalam dunia perbankan.

Mengapa Literasi Itu Penting?
Fajar Sarewo memotivasi para mahasiswa program studi keperawatan terkait BRI sebagai jasa penyimpanan, pembayaran dan pemberian dana, bahwa pertukaran produk barang dan jasa di kabupaten Biak Numfor dan Supiori, BRI sebagai lembaga keuangan berfungsi melancarkan revolving dan dengan instrumen kredit.
Seilain itu BRI menghimpun dana dari masyarakat Biak Numfor dan Supiori dalam bentuk simpanan seperti bagaimana literasi di hadapan para mahasiswa dan dosen prodi Keperawatan Biak untuk sadar menyimpan uang di BRI dan memberi jaminan bahwa dana dimaksud akan dikembalikan tepat waktu dengan jaminan hukum dan moral trust yang tinggi bahwa dana simpanan tidak akan hilang.
Public Trust
Sebagai lembaga perbankan, BRI di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supioriterdiri dari 1 Kantor Cabang yang berpusat di Biak Numfor, 1 Kantor Kas RSUD di Kabupaten Biak dan BRI Unit Mikro di Pasar Inpres, Unit Samofa, Unit Kampung Baru, Unit Numfor dan Unit Supiori.
Bagaimana public trust terhadap BRI dapat dilihat dari animo debitur yang melakukkan penyimpanan uang di BRI sampai bulan Agustus 2022 mencapai 167 ribu nasabah dengan total dana mencapai 646 milyar rupiah selain fasilitas pinjaman kredit yang digulirkan kepada UMKM, Pegawai, telah mencapai 1 Triliun lebih. ( Posisi 28 September 2022 ).
Public trust menurut Fajar Sarewo, merupakan kondisi di mana publik mempercayai BRI sebagai lembaga keuangan yang menjamin keamanan dan kenyamanan dana debitur, tetapi juga bagaimana kemampuan kreditur yang memiliki piutang melalui perjanjian BRI sebagai penjamin membayar kewajibannya tepat waktu.
Visi Masa Depan
Sebagai putera Biak Numfor, Fajar Sarewo memiliki harapan bagi para calon intelektual yang adalah mahasiswa program studi keperawatan. Dunia perbankan tidak hanya terbuka bagi mereka yang memiliki spesifikasi pengetahuan terkait. Perawat pun bisa bekerja pada dunia perbankan, termasuk BRI dengan ketentuan wajib memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.
Public awreness terhadap kesadaran mengakses dunia perbankans secara digital terutama BRI Cabang Biak, dimulai dari lembaga pendidikan formal baik kampus maupun lembaga pendidikan dasar dan menengah.
“Sebagai pimpinan BRI Cabang Biak, saya berharap para mahasiswa memiliki visi masa depan, mau bermimpi, melalui kesadaran menabung sebagai sebuah tindakan nyata bagaimana uang yang mungkin nilainya kecil lambat laun menjai besar yang secara ekonomis bermanfaat bagi terwujudnya mimpi masa depan yang cerah,” demikian Fajar Sarewo mengakhiri paparannya.
Oleh: Paulus Laratmase


Tinggalkan Balasan