Simpulrakyat.co.id, Makassar – Seluruh kelurahan se kota Makassar tengah melakukan pembenahan wilayah, utamanya penataan lorong wisata, Sebagaimana target yang diberikan oleh Pemkot Makassar, Setiap kelurahan wajib menampilkan tujuh (7) lorong wisata di wilayahnya yang menonjolkan potensi lokal lorong tersebut,

Salah satu Lorong di Kelurahan Tamamaung kecamatan Panakkukang. (Foto: Ilho/SimpulRakyat.co.id)

Salah satunya di kelurahan Tamamaung, kecamatan Panakkukang, kota Makassar, di wilayah yang memang didominasi oleh lorong ini telah ditetapkan 7 lorong yang akan dikembangkan sesuai potensinya.

“Lorong wisata di kelurahan Tamamaung ada tujuh titik. Sekarang ini kita sedang lakukan pembenahan seperti Pembersihan drainase, pengecetan dan penghijauan. setiap titik lokasi lorong wisata penanggung jawabnya ketua RT yang dikoordinir oleh ketua RW masing masing.” ungkap Lurah Tamamaung, Arni Maroa, Kamis (14/04/2022).

Arni menuturkan setiap lorong wisata di wilayahnya mempunyai nama sesuai potensinya, bahkan penamaannya pun memiliki filosofi yang menggambarkan kondisi lorong tersebut,

“Setiap lorong ada namanya, di RW4 Lorong Cantik, RW2 Lorong kecintaanku, RW3 Lorong Sipakatau, RW 5 Lorong Bersih dan Lorong Seruni, RW6 Lorong Cinta, RW7 Lorong Srikandi. Namanya sesuai kondisi dan keadaan masyarakat di wilayah tersebut.” ujarnya.

Lurah Tamamaung Arni Maroa. (Foto: Humas)

“Jadi penamaan lorong ini punya arti masing masing, seperti lorong Cantik yang terletak di depan kantor lurah ini karena memang cantik banyak tanaman hias dan diharapkan terus cantik, lorong kecintaanku itu dari dulu sudah dibina sehingga betul betul menyatu dengan warganya, lorong Sipakatau itu menggambarkan masyarakat di sana saling menghargai satu sama lainnya, lorong seruni selalu seiring sejalan, warga disana kompak kalau ada kegiatan. Kalau lorong cinta itu warga di situ senang berbagi antara warga, mereka kompak juga.” beber Lurah Tamamaung.

Arni menjelaskan pengembangan potensi setiap lorong wisata, nantinya akan disesuaikan dengan tupoksi SKPD terkait, “Misalnya kita butuh perbaikan drainase di lorong akan dikoordinasikan dengan dinas PU, kalau untuk tanaman kita koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, untuk pengembangan UMKM koordinasi ke Dinas UMKM dan lain lain.” jelasnya.

Dengan aktifnya lorong wisata, Lurah Tamamaung berharap dapat membangun perekonomian warga di lorong sehingga manfaatnya p un bisa dirasakan oleh masyarakat.

Reporter: Ilho