SimpulRakyat.co.id – Belum lama pendidikan di Indonesia gencar akan kabar bapak menteri baru yang berencana memperbaiki sistem pendidikan era Nadiem Makarim.
Namun, hal itu didahului dengan munculnya virus corona yang menyerang Indonesia.
Secara otomatis, menteri sendiri harus mengubah tatanan kebijakan yang akan dilakukan, aktivitas sekolah harus diberhentikan untuk mengurangi resiko penularan lebih banyak.
Kebijakan untuk belajar dari rumah dengan sistem daring juga dilakukan untuk membuat para siswa tetap mendapatkan pelajaran tanpa harus menunggu waktu selesainya pandemi.
Program belajar dari rumah sudah mulai dilakukan tidak lama Indonesia mengalami pandemi yang berkepanjangan.
Di tengah itu ternyata muncul beberapa fakta yang menarik untuk dijadikan pembahasan seperti:
1. Meskipun melakukan pembelajaran daring tetap ada guru yang bertugas setiap hari disekolah.
2. Murid harus tetap membaca buku paket dari sekolah ataupun buku kerjanya.
3. Pembelajaran dilakukan menggunakan smartphone, laptop atau komputer.
4. Memberikan keuntungan kepada mereka dari kalangan mampu, baik fasilitas ataupun pendidikan orang tua.
Pro kontra dalam setiap kebijakan itu memang pasti ada, begitu pula ketika pemerintah menegaskan untuk memberlakukan sekolah dari rumah.
Meskipun begitu pemerintah sendiri telah berupaya memberikan bantuan yang memudahkan siapa saja untuk tetap bisa mengikuti pelajaran.
Seperti misalnya pemberian kuota setiap bulan, pemberian bantuan untuk siswa yang kurang mampu sampai dengan pemberian fasilitas tambahan.
Namun rupanya hal itu belum tersampaikan secara merata, inilah yang harusnya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Meskipun satu negara ternyata masih ada saja sekolah atau masyarakat yang tidak bisa mengikuti kebijakan akibat beberapa alasan seperti fasilitas, ekonomi, pendidikan dan lainnya.
Tidak sedikit orang tua pun merasa lelah dengan kondisi pembelajaran yang terus dilakukan dirumah. Ternyata hal itu didengar oleh pemerintah, angka penyebaran virus yang terus menurunkan dan sudah dilakukan vaksinasi.
Akhirnya ada beberapa jadwal tatap muka untuk sekolah namun dibagi dalam beberapa kelompok.
Hal ini tetap saja meminimalisir kemungkinan terjadi banyak anak yang berkerumun sehingga membuat penyebaran virus kembali tinggi.
Nah, itulah sedikit melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini setelah pemerintahan menteri baru dan pandemi terjadi.
Penulis: Agus
Editor: Agus


Tinggalkan Balasan