SimpulRakyat.co.id, Pendidikan – Selama Indonesia mengalami musibah pandemi Covid-19 memang banyak membuat perubahan pada semua bidang, salah satunya pendidikan.
Dimana semua aktivitas sekolah diberhentikan karena sebagai upaya mengurangi penyebaran virus yang mematikan tersebut.
Namun ternyata hal itu tidak terjadi sementara, di Indonesia sendiri sampai dengan detik ini masih beruang melawan virus tersebut.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim pun akhirnya memutuskan untuk kegiatan sekolah dilakukan secara daring.
Jadi semua menggunakan sistem online tanpa tatap muka. Pelajaran melalui online ini sudah dilakukan beberapa tahun belakangan ini.
Dalam jaringan atau daring secara otomatis menggunakan modal utama seperti smartphone, laptop, komputer ataupun yang lainnya.
Bagi kalangan atas dan sekolah elit tentu hal itu tidak menjadi masalah, tetapi di Indonesia belum semua masyarakat mampu melakukan program pemerintah selama pandemi tersebut. Banyak kendala yang ternyata belum bisa teratasi dengan baik sampai dengan saat ini.
Selain itu, ada beberapa fakta menarik lainnya yang perlu Anda ketahui dari sistem pembelajaran baru itu seperti:
1. Murid dan guru yang mempunyai fasilitas akan lebih pandai menggunakan teknologi namun bagi yang tidak ada fasilitas akan tetap gaptek dan tidak bersekolah.
2. Mampu memberikan waktu lebih kepada anak untuk bersama dengan keluarga namun pelajaran yang didapatkan kurang efektif.
3. Menimbulkan rasa stress pada murid dan orang tua sebagai pendamping dirumah sekaligus guru yang harus paham setiap pelajaran.
4. Bagi orang tua yang tidak konsep terhadap anak, akan memberikan dampak negatif pada pendidikan yang kurang efektif.
Seperti serba salah ketika kondisi pandemi yang tidak kunjung selesai seperti sekarang ini. Dimana jika sekolah dilakukan ditakutkan anak-anak akan menjadi korban serangan virus mematikan.
Namun, jika tidak dilakukan, ternyata solusi daring sendiri belum mampu memenuhi semua kalangan.
Bagi mereka yang dengan fasilitas lengkap dirumah dan kemampuan orang tua tidak menjadi masalah. Namun bagi mereka yang tidak ada fasilitas tentu akan memberikan beban mental sendiri.
Inilah yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintahan sebelum pendidikan di Indonesia semakin jauh ketinggalan dengan negara lainnya.
Penulis: Agus
Editor: Agus


Tinggalkan Balasan