SimpulRakyat.co.id – Indonesia mengalami pandemi Covid-19 sudah cukup lama, lebih dari setahun sudah masyarakat terdampak atas musibah tersebut.
Semua aspek kehidupan berubah total, salah satunya mengenai pendidikan sekolah. Ditengah gencar-gencarnya rencana menteri pendidikan baru untuk melakukan berbagai perubahan, justru virus corona merubah semuanya.
Akhirnya sekolah diberhentikan secara sementara dan tidak ada kegiatan apapun yang dilakukan.
Tentu hal itu bertujuan untuk mengurangi tingkat penularan yang lebih banyak pada masyarakat terutama anak-anak. Pro dan kontra selalu ada dalam sebuah kebijakan, ini pula yang terjadi pada masa sekarang.
Pemberhentian sekolah sementara ternyata tidak memberikan dampak baik terhadap musibah virus corona. Bahkan sampai dengan saat ini terus mengalami peningkatan yang membuat menteri pendidikan berfikir.
Karena bila sekolah daring tanpa tatap muka terus dilakukan akan memberikan pembelajaran yang kurang efektif. Apalagi bagi mereka yang kurang mempunyai fasilitas serta kemampuan yang baik untuk mengikuti.
Ditambah lagi kurangnya dukungan dari para orang tua dirumah membuat anak tumbuh tanpa pendidikan yang jelas.
Dikhawatirkan lagi Indonesia semakin ketinggalan dengan pendidikan negara-negara berkembang serta maju lainnya.
Selama pandemi memberikan efek buruk pada pendidikan, banyak dampak negatif yang muncul pada siswa seperti:
1. Putus sekolah
Ini dialami oleh banyak orang, apalagi orang tua yang berfikir untuk terus membayar sekolah tetapi harus tetap kerepotan mengajari dirumah. Akan sama saja ketika anak tidak sekolah sehingga ekonomi tidak terganggu.
2. Pencapaian yang kurang
Kondisi sosial ekonomi setiap orang berbeda, inilah yang menyebabkan kesenjangan pencapaian belajar pada anak selama daring.
3. Resiko kekerasan pada anak
Karena tidak bersekolah, justru dirumah dan belajar dengan orang tua menimbulkan resiko kekerasan lebih banyak.
Sebagai pemerintah memang tidak bisa tutup mata dengan kondisi yang sekarang ini, apalagi jika terus dibiarkan akan memberikan dampak buruk lainnya.
Namun kabarnya menteri pendidikan akhirnya memberikan kabar mengenai pelajaran tatap muka yang akan dilakukan kembali dengan protokol yang ditentukan.
Seperti pembagian kelompok, jadwal masuk tidak setiap hari, penggunaan protokol kesehatan ketat sampai dengan dilakukannya vaksinasi.
Nah, semoga pendidikan di Indonesia masih bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dari negara maju lain.
Penulis: Agus
Editor: Agus


Tinggalkan Balasan