SimpulRakyat.co.id, Luwu – Mendengar nama Hokage Brothers, akan terngiang di telinga kita sebuah nama yang syarat akan aksen persaudaraan, kreativitas dan inovatif.

Itulah sebuah club motor yang didirikan oleh Kepala Desa Senga Selatan, Andi Muhammad Arfan Basmin bersama Kapolres Luwu, AKBP Dani Susanto, sejak tahun 2019 lalu.

Bermula dari perbincangan warung kopi, celotehan itu muncul dari pikiran yang terus ingin berbenah diri, memperbaiki desa, dan mencari jembatan penghubung antar desa, sehingga desa-desa di Luwu dapat saling terhubung, saling bertukar pikiran, sehingga kepala desa dapat bekerja semakin maksimal.

Menurut kepala Desa Paconne, Khairuddin jika wajah club motor Hokage Brother mulai terlihat saat Arfan Basmin memperlihatkan motor Costum yang dibuatnya dengan harga tidak lebih dari 15 juta rupiah. Adalah harga yang tidak terlalu mengocek kantong untuk menjadi wadah para kepala desa, untuk menyalurkan hobi sekaligus sebagai jembatan silaturrahmi antar mereka.

Hingga kini, club motor besutan kepala desa itu sudah memiliki anggota sejumlah 15 orang, mereka kompak memanfaatkan motor bekas, seperti motor Thunder, Scorpion, dan motor-motor sejenis lainnya lalu dibuatkan body costum sehingga penampilan terlihat lebih mentereng.

Tidak jarang, membuat orang yang melihatnya menganggap motor-motor tersebut adalah motor high class.

Seperti rencana awalnya, Club Motor Hokage Brother tidak hanya sebagai tempat menyalurkan hobi, sehingga para anggotanya tidak sekedar sibuk memoles tunggangannya agar terlihat kece, tapi juga mulai membangun kebersamaan dan membuat inovasi.

Club Motor Hokage Brother memiliki program ‘Minggu Ceria’. Setiap minggu, anggotanya berkumpul untuk mengunjungi desa yang memiliki potensi baik dari segi pariwisata maupun dari potensi Bumdesnya, untuk kemudian diberikan bantuan dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat yang lebih luas akan potensi desa tersebut.

Di bulan kemarin, bersama kapolres Luwu, mereka aktif melakukan sosialisasi Covid-19 ke desa-desa dan memberikan sedekah ke anak – anak yatim.

“Yang berkesan ketika kami jalan (menjalankan program), tidak ada sekatan antara anggota. Persaudaraan di Hokage Brother itu bagaikan kita satu darah, sehingga kami tetap bersaudara sampai ahir, walupun kami sudah berhir jadi kepala desa nantinya,” kata Khairuddin ke media ini, Senin (16/8).

Ia kemudian berharap, kepala desa yang belum bergabung untuk ikut bersama dalm misi mengembangkan desa yang ada di Luwu ini.

Reporter: M Fatwa
Editor: Sukma Paramita