Simpulrakyat.com, Makassar – Gerakan Loyalis Anies Baswedan yang dikenal dengan nama Mileanies 2024 mulai membentuk basis dan menggalang kekuatan di Sulawesi Selatan. Hal itu ditandai dengan merancang agenda kegiatan untuk menjaring kaum milenial di Wilayah Indonesia Timur (WIT).
Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies 2024 Muhammad Ramli Rahim, mengatakan bahwa gerakan ini terbentuk atas dasar kesadaran bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia kedepannya.

“Bagi Mileanies 2024, Indonesia kita, harus diselamatkan dan upaya penyelamatan itu membutuhkan seorang pemimpin yang kuat dan berkarakter bukan hanya di level nasional tetapi juga di kancah internasional.” ucapnya didepan wartawan, Sabtu (22/5/2021).
Sejarah memberikan fakta bahwa tidak ada satu sistem pemerintahan pun yang sempurna, baik itu demokrasi, oligarki maupun monarki, tetapi apapun bentuk pemerintahannya jika berada di tangan pemimpin yang tepat, maka harapan perubahan kearah yang lebih baik jauh menjanjikan dan karena itu Mileanies akan fokus pada upaya melahirkan pemimpin terbaik.
“Indonesia 2024 membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan daerah, punya gagasan, mampu menarasikan dan sekaligus mengubahnya menjadi karya dan figur itu ada pada sosok Anis Baswedan.” ungkapnya.
Anies Baswedan terbukti mampu melakukan itu. Mulai dari Program Indonesia Mengajar, Kelas Inpirasi, hingga beliau memimpin Kemdikbud dan kini dalam upaya menuntaskan seluruh janji Kampanye bagi warga ibu kota. Hampir pasti di tahun kelima sebagai Gubernur nanti, Anies diprediksi akan menuntaskan seluruh janji kampanyenya bahkan jauh lebih dari ekspektasi banyak orang.
“Kami ingin jadikan satu tahun terakhir kepemimpinan pak Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta menjadi momentum sehingga kemungkinan besar 16 oktober itu kita akan deklarasi Mileanies 2024 di Makassar, kemudian dua pekan kedepannya kita deklarasi di Jakarta, dan selanjutnya di Papua.” tambah pria yang juga ketua umum Jaringan sekolah Digital Indonesia (JSDI) ini.
Lebih jauh, kata Ramli, Mileanies 2024 akan membuka ruang kolaborasi bersama tokoh masyarakat di 232 kabupaten/kota luar pulau Jawa, Sumatra dan Bali,
“17 provinsi itu kita akan deklarasikan selama 6 bulan. Kita akan bekerja di 232 kabupaten kota di luar Jawa, Bali dan Sumatera untuk membuka ruang kolaborasi dengan tokoh masyarakat, yang mau sama sama bergerak.” ucapnya.
“Kami juga yakin, banyak elemen masyarakat yang siap memfasilitasi panggung-panggung buat Anies di daerah dan karena itu Mileanies akan membuka ruang kolaborasi dalam upaya bergerak bersama mewujudkan mimpi masyarakat Indonesia untuk memiliki pemimpin yang berkarakter, amanah, dan mampu berdiri tegak dalam percaturan politik dunia.” tandasnya.

Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas) Sawedi Muhammad, menilai kehadiran Mileanies 2024 mampu mendongkrak nilai tawar Indonesia Timur di level nasional.
“Saya melihat gerakan mileanies ini memiliki implikasi strategis di Indonesia Timur. Dalam politik nasional, Indonesia timur selalu ditempatkan pada prioritas kedua baik dari segi akses politik, pendidikan dan pembangunan. Sehingga gerakan Mileanies ini saya anggap sebagai representasi kelompok kepentingan yang akan membuat bargaining (nilai tawar) indonesia timur bisa menguat di level nasional.” tutur Sawedi.
“Melihat posisi Anies Baswedan sangat strategis dari berbagai hal, Anis ini boleh dikata sebagai figur yang mewakili tokoh yang selama ini merasa diperlakukan tidak adil.” ujarnya.
Selanjutnya, Sawedi mengungkapkan sosok Anies memiliki kekuatan simbolik yang sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu literasi terstruktur dalam menyampaikan ide ide. Serta pemilihan bahasa yang penuh makna saat mengungkapkan statemen baik berbau politik maupun masalah lain di sebuah forum.
Selain itu kata dia, keunikan yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta ini adalah statusnya yang tidak terikat dengan partai politik.
“Anis juga memiliki keunikan yaitu dia tidak terafiliasi dengan partai politik. Dengan status ini pak Anies leluasa untuk melakukan public campaign secara sangat soft dan tidak perlu meminta izin kepada ketua partai, sebagaimana kandidat lain yang terikat dengan partai politik.” tuturnya.
Hasil survei nasional, elektabilitas Anies Baswedan selalu menempatkan nama mantan Menteri Pendidikan ini di papan atas bursa Capres 2024, hal ini menunjukkan kecenderungan publik untuk memilih Anies di bursa Capres 2024 mendatang. (BiMa)


Tinggalkan Balasan