SimpulRakyat.co.id, Luwu – Selalu ada ruang pengabdian di ceruk-ceruk kemanusiaan. Mantra ini sedari dulu dipegang Daud Mustakim, seorang dokter, seorang ASN yang memegang teguh sumpah jabatan. Itulah mengapa pengabdiannya selalu menemukan ruang tersendiri. Ia memulainya dari dinding-dinding puskesmas hingga dipercaya mengelola manajemen sebuah rumah sakit. Kini seorang direktur. Direktur Rumah Sakit Batara Guru, Belopa.

Daud Mustakim adalah alumni Kedokteran Universitas Muslim Indonesia . Dibesarkan dari keluarga petani yang turut andil membentuk karakternya. Penampilanya sederhana, pendiam dan terkesan sunyi dalam bekerja.

Hal yang paling membekas diingatan bagi yang mengenalnya adalah ketika Daud Mustakim berani terjun menjalanankan misi kemanusiaan pada wilayah konflik di Wamena. Ia terjun langsung dan membentuk relawan kemanusiaan Luwu. Saat itu ia bersama dengan Arham Basmin, putra sulung Bupati Luwu, Basmin Mattayang.

Di Wamena dokter Daud bekerja berjam-jam untuk melakukan pengobatan gratis dan melakukan identifikasi terhadap warga Luwu untuk diajak pulang ke kampung halaman.

Ia berhasil meyakinkan Bupati Luwu bahwa misi kemanusiaan yang di emban di Wamena papua di tengah situasi mencekam terlaksana dengan sukses. Hasilnya, para perantau Luwu yang puluhan tahun di Wamena berhasil di bujuk untuk pulang sementara guna menghindari bentrok susulan.

Sepulangnya dari Wamena, Daud malah dihadang tugas berat. Ia didaulat menakhodai layanan publik sekelas rumah sakit. Tantangan terberat tentu saja membenahi Rumah Sakit Batara Guru, terkhusus pada soal kebersihan dan pelayanan prima. Daud harus sabar menghadapi kritikan pedas semisal ; bagaimana ingin sembuh di rumah sakit tersebut, kamarnya saja jorok dan Wc macet dan bau.

Kritikan itu justru dijadikan Daud sebagai cemeti. Ia lekas melakukan eksekusi. Di lapangan, ia mendatangi satu persatu kamar pasien. Ia gunakan semua panca inderanya. Kesimpulannya satu. Benahi cleaning servis. Ia tak mau lagi kompromi. Terbukti, Rumah Sakit Batara Guru kini mulai rapi dan bersih.

Bukan hanya itu saja. Ranah pelayanan juga disulutnya. Daud pun juga menekankan kepada para perawat agar berperilaku cakap, senang menyapa, menebar senyum bagi siapa saja yang berkunjung ke rumah sakit. Ia menanamkan pentingnya memegang nilai-nilai sumpah perawat Indonesia.

Baru-baru ini dokter Daud Mustakim meluncurkan program baru. Sebuah program Sistem Layanan Kesehatan Antar Jemput Bersama Masyarakat (SIKAMASE) dan Sistem Monitoring Elektronik Aset Rumah Sakit (SIMOLEK ASIK). Ini sesuatu yang layak untuk diapresiasi.

Penulis : Ismail Wahid