SimpulRakyat.co.id, Luwu – FZ, umur 16 tahun, seorang warga dusun Salosikaso, desa Babang, kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, akhirnya bisa mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan setelah dibantu netizen, Senin, (7/12/20).

FZ, dirawat di RSUD Batara Guru sejak Jum’at kemarin setelah sebelumnya masuk di Unit Gawat Darurat (UGD) Pusksesmas Larompong Selatan, karena batuk berkepanjangan yang dideritannya.

Kepada Wartawan, Kakak FZ, Putri menceritakan jika adiknya telah menderita batuk sejak sekitar satu tahun lalu, namun belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan karena keterbatasan biaya. Bila batuknya parah, Hanya sesekali mengonsumsi obat dari toko kelontong yang jelas tanpa disertai resep dokter.

Sejak sepeninggal kedua orang tuanya, dan saudaranya yang lain telah berkeluarga, Putri yang masih gadis kini menjadi tulang punggung untuk FZ. Ia berkewajiban merawat FZ dengan segala keterbatasannya.

Untungnya seorang kerabat, Risnayanti Syam berhasil memviralkan kisah FZ di media sosial Facebook dan mendapatkan simpati masyarakat. Dengan menggalang dana melalui Rekening, ia berhasil mengumpulkan uang jutaan rupiah untuk biaya perwatan FZ di RS.

“Adik ini sudah Yatim Piatu. Saya dengar ceritanya dari adikku yang merupakan teman kelasnya, tinggal berdua dengan kakaknya yang bernama Putri (masih gadis) dirumahnya. Pengumpulan dana Melalui rek ku, ad juga yg secara tunai, pertama itu 4,2 juta, tadi 1,6 juta,” kata Risnayanti kepada Wartawan SimpulRakyat.co.id

Meski bukan kerabat dekatnya, wanita yang juga kerap disapa Anti ini mengaku prihatin dengan kisah FZ, sehingga berinisiatif menggalang dana.

“Saya bukan siapa-siapanya FZ dek, tapi tidak tau kenapa, pas dengar ceritanya adekku yang kebetulan sekelas sama FZ kayak terbersit dihatiku mau membantu. Besar sekali kemauanku dek, ini semua jalannya Allah melalui saya mau memperlihatkan kekuasaanNya Allah dek,” tambahnya.

Ia kemudian berharap FZ segera sembuh. “Harapanku untuk FZ, segera sehat, dilepaskan segala penyakit yang ada ditubuhnya. Melanjutkan sekolahnya, meraih citanya supaya bisa mengangkat derajat keluarganya dek,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Luwu, Maslin juga turut menyampaikan keprihatinannya akan kisah FZ. Ia kemudian menyayangkan pihak desa yang tidak merekomendasikan Fauzan untuk menerima bantuan BPJS kesehatan dari pemerintah.

“Oo kalau yang ini saya sudah dapat info dan dia dirawat di RSUD Batara Guru dan tadi saya sampaikan kepada kadesnya kenapa ybs tidak diusulkan sebagai penerima BPJS pemerintah. Tadi saya sudah masukan namanya untuk diusulkan sebgai peserta BPJS pemerintah,” kata Maslin saat dikonfirmasi.

Dari pihak Rumah Sakit, Dirut RSUD. Batara Guru, dr. Daud belum dapat membeberkan jauh tentang penyakit yang diderita FZ, pasalnya dokter yang menangani belum membuat laporan untuk manajemen RS. (*)