SimpulRakyat.co.id, Makassar – Beberapa hari yang lalu telah terjadi aksi demonstrasi anti Islam yang terjadi di Denmark, Swedia, dan Norwegia.
Aksi kaum itu telah menunjukkan bukti nyata kebenciannya terhadap Islam sehingga membuat Muslim di dunia marah, dan mengecam aksi tersebut.
Kader Brigade Muslim Indonesia (BMI), Hanif Muslim mengatakan tindakan intoleran terhadap Islam terjadi di negara yang selama ini memberi hadiah Nobel berupa penghargaan atas usaha-usaha perdamaian dan kemanusiaan.
Swedia bahkan Negeri Alfred Nobel ialah sang penggagas Hadiah Nobel. Maka sungguh Ironinya jika Aksi Intoleran tersebut terjadi di Swedia, Norwegia.
“Aksi demonstrasi Anti Islam merupakan sikap Islam Phobia dan xenophobia yang sangat mengkhawatirkan,” kata Hanif Muslim, lewat keterangan tertulismya ke media ini, Jumat (4/9) kemarin.
Dikatakan, di era modern saat ini seharusnya kita sebagai masyarakat Dunia Harus menjunjung tinggi perbedaan Agama, Ras, Suku.
“Oleh Karenanya, itu saya Hanif Muslim selaku Kader Brigade Muslim indonesia menyatakan bahwa Aksi yang dilakukan Oleh Kelompok Anti islam tersebut sangat tidak layak dikatakan sebagai Kebebasan Berekspresi,” ujar dia.
Lanjut dikatakan, jika menista Alquran dikatakan kebebasan berekspresi, maka Mujahid di negara tersebut atau di seluruh Dunia juga punya hak kebebasan berekspresi dalam melakukan perlawan membela Kitab Suci Alquran dan itu pasti harga mati.
“Saya juga menyatakan agar Duta Besar Negara Swedia, Norwegia, dan Denmark untuk segera meninggalkan Indonesia guna menyampaikan pesan kepada pemerintahnya masing-masing bahwa pelaku dalam aksi tersebut harus dihukum seberat-beratnya, bukan malah dikonstruksikan sebagai pengusung kebebasan berekspresi,”
“Umat Islam Dunia harus mengawal kasus Internasional ini, agar mereka Kafir Harbi tidak mengulangi Kejadian-kejadian yang menista kitab suci Alquran,” tegas Hanif Muslim. (*)


Tinggalkan Balasan