SimpulRakyat.co.id, Luwu Utara – Komunitas Peduli dan Berbagi Pangkep, kembali terjun langsung ke lokasi bencana banjir bandang Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (20/07/2020) lalu.
Sebanyak 21 relawan dari komunitas sosial Pangkep bertolak dari Pangkep menuju Masamba dan membawa 5 mobil bantuan selama 3 hari.
4 relawan medis, 17 relawan lapangan di berangkatkan ke lokasi terdampak selama 3 hari.
Para relawan dari berbagi profesi ini, mengelilingi sejumlah lokasi pengungsian, seperti, Meli, Radda, Kelapa Gading, serta Desa Malimbu.
Selain memberikan bantuan langsung ke pengungsi, relawan Komunitas Peduli dan Berbagi juga mendirikan posko kesehatan di Dusun Pongo, Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara
Ketua Komunitas Peduli dan Berbagi Tajuddin Mustamin yang juga adalah seorang jurnalis dari Rakyatku mengatakan, selain mengunjungi posko kesehatan pihaknya juga membantu warga mengevakuasi barang-barang korban yang tertimbun lumpur.
“Kita lakukan pemeriksaan kesehatan, bagi para pengungsi, berbaur dengan pengungsi, membantu warga melaksanakan evakuasi barang berharga yang tertimbun material pasir dan lumpur,” jelas dia, Rabu (22/7).
Lanjut dikatakan, pihaknya mendirikan Posko dan lakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan obat pada warga, serta perawatan luka, kepada beberapa pengungsi dan relawan yang mengalami luka.
“Kami berharap, musibah ini segera berlalu, dan Masamba bisa kembali bangkit seperti dulu,” ungkap Tajuk sapaan akrab ketua komunitas ini.
Diketahui, banjir bandang yang memporak-porandakan Masamba, pada 13 Juli 2020 lalu, menjadi perhatian dan simpatik dari berbagai kalangan masyarakat di Sulawesi Selatan, bahkan dari luar Sulawesi.
“Bencana yang menelan banyak korban jiwa dan korban material ini, menjadi salah satu musibah terbesar di Sulsel, setelah sebelumnya banjir juga terjadi di Jeneponto, Wajo, Luwu serta Tanah longsor di Palopo,” pungkas dia. (**)


Tinggalkan Balasan