SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Masyarakat desa di bawah layanan PLN Tutukembong resah akibat listrik yang sering mengalami pemadaman yang sudah berlangsung sekitar dua minggu ini.

Pemadaman tersebut berdampak bagi kerugian masyarakat pengguna jasa PLN, karena beberapa alat elektronik yang digunakan warga mengalami kerusakan.

Saat dikonfirmasi pada Rabu (11/12/2019) lalu, pihak PLN menjelaskan mesin yang digunakan telah mengalami gangguan sekitar dua minggu belakangan, oleh karena itu mesin tersebut tidak lagi sanggup melayani beban yang ada.

“Ketika beban puncak bertambah, apalagi pemakaian alat elektronik bertambah banyak, mesinnya tidak sanggup dan tombolnya terlihat merah. Itu menandakan mesin harus dipadamkan,” jelas seorang petugas PLN.

Dia juga mengatakan, telah melaporkan hal itu ke PLN Saumlaki untuk permintaan suku cadang yang rusak. Pihak PLN pun telah menindaklanjutinya dan saat ini suku cadang tersebut masih dalam proses pengiriman.

“Kami sudah menggantikan separu alatnya, namun karna materialnya tidak mencukupi maka kami melakukan permintaan ke PLN Saumlaki sebagai PLN pusat di Kabupaten ini,” sambungnya.

Pemadaman ini untuk sementara belum diinformasikan kepada masyarakat pengguna karena masih dalam proses pembuatan jadwal pemadaman, dan terkait BBM yang digunakan hanya membuat permintaan dimana stoknya sudah tidak mencukupi.

“Dalam mengalami gangguan seperti ini, BBM jika berlebihan, hanya akan disimpan hingga mesinnya sudah beroperasi dengan baik baru dipakai kembali. Sementara kebutuhan mesin disaat belum mengalami kerusakan, BBM yang dibutukan sekitar 2000 L per hari (24 jam), dan gangguan ini tidak ada kaitannya dengan BBM,” ujarnya.

Selain itu, Kepala PLN Saumlaki saat ditemui tidak mau memberikan keterangan hingga berita ini dinaikan.

Penulis: Axl Temmar