SimpulRakyat.co.id, Makassar – Nur Ilma Rachmatullah adalah guru honorer yang pertama kali mengupayakan siswanya (Sumang) agar bisa segera ditangani, dia takut benjolan yang ada didadanya tambah membesar dan takut pecah.

“Kami khawatir jika tiba – tiba kondisi Sumang jatuh sakit dan kondisi fisiknya menurun sehingga berdampak buruk pada anak tersebut,” jelas Sabtu (14/12/2019),

Meski demikian, semangat Sumang untuk bersekolah dan untuk sembuh masih luar biasa, akan tetapi keluarga Sumang terkendala oleh biaya dan tidak memiliki kartu KIS. Hal itu disampaikan orang tua Sumang kepada gurunya.

Mengetahui hal tersebut, Nur Ilma langsung meneruskan informasi ini ke suaminya yang kebetulan berkecimpung di sebuah Lembaga Sosial dengan harapan agar Sumang bisa dibantu dan difasilitasi untuk pengobatannya sampai tuntas.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Inpres Layang II Makassar, Upi Mahdiana menanggapi berita tersebut, Ibu Upi, panggilan akrabnya, mengatakan, berkat usaha Nur Ilma, Sumang mendapat perhatian dari berbagai pihak.

“Secara pribadi saya sangat berterima kasih kepada ibu Ilma yang kebetulan bertugas sebagai Tenaga Honorer di SD. Inp Layang II. Berkat usahanya, sehingga ananda Sumang berhasil mendapat perhatian yang sangat serius dari beberapa instansi terkait,” kata dia.

Lanjut dikatakan, terkhusus Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Tallo, memberi perhatian besar setelah mengetahui berita tersebut yang dimuat di media sosial.

“Masih pagi – pagi sekali, (Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Tallo) sudah langsung berkunjung ke rumah ananda Sumang untuk menemui beserta kedua orang tuanya,” tutur sang Kepsek.

“Sudah lama keadaannya seperti itu pak, nanti setelah ibu Nur Ilma melihat kondisinya dia langsung berkoordinasi tentang penyakit yang diderita ananda Sumang, agar bisa mendapat perhatian yang serius dari semua kalangan dan instansi – instansi yang terkait,” tutup Upi Mahdiana.

Sekadar diketahui, Sumang, bocah 11 tahun yang diduga menderita tumor di bagian dadanya. (Restu)