SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Pangkep menggelar diskusi terbuka terkait pelayanan kesehatan di Kabupaten Pangkep.
Diskusi terbuka ini mengusung tema telaah kritis sistem jaminan kesehatan nasional, selamatkan pelayanan kesehatan, berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Jl Poros Sultan Hasanuddin, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (24/10/2019) kemarin.

Wakil Ketua Ombudsman RI Lely Pelitasari Soebekty, mengatakan banyak faktor penyebabkan Jaminan Kesehatan di Pangkep bermasalah, sistem pengelolaan dana dari peserta jaminan kesehatan itu sendiri menjadi salah satu faktornya.
“Inikan diskusi megumpulkan semua stakeholder yang terkait JKN, khususnya di Pangkep, kami dari Ombusman dalam kapasitas pengawas dalam pelayanan Publik tentu berharap hasil ini bukan sekadar di sini ya, tapi kemudian dilakukan upaya-upaya di level lokal Pangkep, khususnya untuk perbaikan sistem ini yang pasti prioritasnya adalah untuk penerima manfaat atau masyarakat penerima layanan kesehatan,” jelas dia ke SimpulRakyat.co.id.
Masih di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulsel Subhan mengatakan, banyak laporan yang diterima khususnya mereka dari pasien dari kepulauan.
“Salah satu laporan yang kami tindaklanjuti adalah keluhan dari BPJS Kesehatan,” kata dia.
Sementara itu, Sekertaris Umum KAHMI Pangkep, Suhartini Suaedy mengatakan, diskusi yang digelar hari semoga ikut membantu Pemkab Pangkep mengontrol dan mengevaluasi kinerja aparat di lingkup kesehatan.
“Hasil diskusi ini akan kita rekomendasikan langsung ke pemerintah agar kedepannya program kesehatan itu langsung tepat sasaran,” jelas dia.
Sekadar diketahui, narasumber dalam dialog ini, yakni Dirut RS Batara Siang, dr Annas Ahmad, dr Fika Wirawan perwakilan BPJS Kota Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief dan Ketua IDI Pangkep dr Dewi Lestari Santika, sementara yang bertindak moderator Anggriani Amir.
Penulis: Ismail K


Tinggalkan Balasan