SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Seorang nelayan asal Pulau Sarappo Lompo, Desa Mattiro Langi, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, ditemukan tewas terapung di tengah laut. Nelayan bernama Daeng Paddi (47) ini sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut sekira pukul 19.00 Wita, Sabtu (19/10/2019) lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sebelumnya korban melaut mencari cumi-cumi dan terjatuh dari perahu sampan, namun hingga kini belum diketahui penyebab terjatuhnya.

Kapolsek Liukang Tupabbiring Aris Sumarsono mengatakan, Daeng Paddi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh personel Polsek bersama kepala dusun Pulau Sarappo Lompo dan warga setempat.
“Daeng Paddi ditemukan jam 16.30 Wita sore di Gusung Bone dekat Pulau Badi. Penyebab jatuhnya korban belum diketahui, karena tidak ada alat bukti, saksi maupun luka-luka, dan perahu korban belum ditemukan sampai sekarang. Namun alat pancing, ember dan sayap perahu ditemukan di Pulau Lumu-lumu,” ungkap Aris Sumarsono kepada media ini.
Lanjut dikatakan, si korban langsung dibawah ke Pulau Sarappo Lompo di rumah duka, keluarga meminta agar Daeng Paddi langsung saja dikebumikan, mengingat karena sudah membengkak dan tidak ada luka yang ditemukan oleh dokter.
“Terkait cuaca sekarang ini sangat tidak bersahabat sedari kemarin. Kami mengimbau kepada nelayan dan pemilik kapal penumpang agar selalu waspada hati-hati dalam melakukan pelayaran,” imbau Aris Sumarsono.
Sementara itu, Kepala Desa Mattiro Langi, Abu Bakar juga turut mengimbau kepada warganya, khususnya nelayan agar selalu berhati-hati melaut, Abu Bakar juga mengimbau
“Kepada pemilik kapal pengangkut penumpang agar melihat situasi cuaca, karena sekarang ini cuaca tidak menentu, dan jangan lupa selalu membawa pelampung,” imbau Abu Bakar.
Sekadar diketahui, proses pencarian ini berlangsung selama 3 hari oleh pihak KPLP Maccini Baji, KN P 373 Badan SAR, Polair, Personel Polsek Liukang Tupabbiring, Aparat Desa Mattiro Langi dan warga setempat. Korban ditemukan tak bernyawa di hari ketiga di Gusung Datu dekat Pulau Badi, Desa Mattiro Deceng.
Penulis: Ismail K/HSR


Tinggalkan Balasan