SimpulRakyat.co.id – Dahulu kala, “Bajingan” adalah sebutan untuk kusir gerobak sapi, pekerja keras, jujur, tulang punggung rakyat.
Di masa penjajahan, mereka bukan sekadar mengangkut barang: menyembunyikan beras di bawah jerami untuk rakyat yang kelaparan, menyelundupkan pesan, melindungi yang lemah, berjuang diam-diam tanpa pamrih.
Karena itulah Belanda membenci mereka. Setiap kali ada bajingan menolong rakyat, Belanda berteriak marah: “Bajingan! Sialan!”
Satu kata, dua makna berbeda: di mulut penindas, itu kemarahan dan makian karena kejahatan mereka terhalang. Di hati rakyat, itu penghormatan dan rasa syukur karena kebaikan mereka sampai.
Belanda tidak perlu mengubah makna kata itu. Mereka cukup mengucapkannya dengan kebencian, berulang-ulang, di mana-mana. Dan karena suara mereka paling keras, makna kemarahan itulah yang turun-temurun kita dengar.
Kini hari ini, kata “bajingan” telah berubah sepenuhnya menjadi hal yang negatif. Ia bahkan menjadi makian yang dianggap paling “keren”, paling tajam, dan paling sering diucapkan ketika seseorang membenci orang lain.
Padahal itu bukanlah makna yang sebenarnya. Asalnya, kata itu melekat pada orang-orang yang rela berjuang, berbagi, dan menyelamatkan sesama orang-orang yang justru patut dihormati, bukan dihina.
Sama halnya hari ini: ketika seseorang membela yang lemah, menegakkan kebenaran, lalu dicemooh dan dihina ingatlah: jika yang zalim memaki, ia sebenarnya memberi kesaksian tanpa sadar. Ia berkata: “Orang ini menghalangi kejahatan kami.”
Maka kepada generasi penerus, mari kita pulihkan kembali makna yang terkubur ini. Jangan biarkan kata yang lahir dari pengorbanan dan kebaikan terus dijadikan alat penghinaan.
Mari kita kembalikan “bajingan” dari makna yang negatif menjadi sebutan yang membanggakan lambang orang yang berani membela kebenaran, berbagi tanpa pamrih, dan berdiri di pihak yang lemah.
Kata itu milik kita untuk diisi maknanya. Mari kita isikan dengan kehormatan, sebagaimana para pendahulu kita mengisinya dengan pengorbanan.
Penulis: Tata Syahrul Syaf
Catatan Redaksi:
SimpulRakyat.co.id adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


Tinggalkan Balasan