SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Siang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dikeluhkan.

Seorang pasien perempuan berinisial FT disebut mendapat perlakuan yang dinilai kurang baik saat datang ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi saat FT, warga Kelurahan Tekolabbua, datang ke UGD RSUD Batara Siang dalam kondisi kesakitan pada Rabu (16/9/2026) malam.

Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kabupaten Pangkep, Muhammad Anwar atau yang akrab disapa Anwar Bro, yang merupakan keluarga pasien, berada di ruang UGD saat kejadian.

Anwar mengatakan, pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi kesakitan. Menurut dia, seorang perawat perempuan kemudian mempertanyakan alasan FT dibawa ke rumah sakit setelah sebelumnya meminum obat.

Perawat itu juga disebut meminta pasien terlebih dahulu dibawa ke puskesmas.

“Sudah minum obat terus kenapa dibawa ke rumah sakit, seharusnya puskesmas dulu,” ujar Anwar, menirukan ucapan perawat tersebut.

Anwar mengatakan, ucapan perawat itu disampaikan dengan nada yang menurut dia terkesan marah kepada pasien.

Dia menilai cara penyampaian tersebut kurang tepat karena pasien saat itu sudah berada di UGD dan membutuhkan penanganan medis.

“Seharusnya pasien dilayani dulu. Tidak perlu ditanya kenapa tidak dibawa ke puskesmas, karena pasien sudah berada di UGD dalam kondisi kesakitan,” ujarnya.

Selain mempertanyakan cara petugas berkomunikasi, Anwar juga menyoroti proses pelayanan yang menurut dia berlangsung cukup lama.

Dia berharap kondisi pasien menjadi perhatian utama ketika seseorang datang ke UGD dalam keadaan kesakitan.

“Seharusnya jangan nada marah-marah, apalagi pasien dalam kondisi kesakitan. Kalau pasien sakit lalu harus lagi dibawa ke puskesmas, bagaimana?” katanya.

Anwar meminta manajemen RSUD Batara Siang mengevaluasi pelayanan di UGD, termasuk cara petugas berkomunikasi dengan pasien dan proses penanganannya.

“Kami berharap direktur rumah sakit menegur dan membenahi pelayanan, khususnya di UGD Rumah Sakit Batara Siang. Seharusnya pasien dilayani atau diobati dulu, soal administrasi bisa menyusul. Yang utama adalah menyelamatkan pasien,” ucapnya.

Keluhan mengenai pelayanan UGD juga disampaikan seorang warga berinisial DA yang ditemui di RSUD Batara Siang.

DA mengaku pernah mengalami kejadian serupa saat mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Dia mengatakan, perawat yang sama pernah menyebut dirinya tidak sedang sakit ketika berada di UGD.

“Saya juga pernah mengalami hal yang serupa. Saya sudah di UGD, bahkan oknum perawat yang sama mengatakan tidak sakit. Tapi faktanya saya dirawat di rumah sakit selama enam hari,” ungkap DA.

Namun, pengalaman yang disampaikan DA merupakan kejadian berbeda dari yang dialami FT dan masih berdasarkan pengakuan pribadi. Pernyataan DA tersebut juga belum mendapatkan tanggapan dari pihak RSUD Batara Siang.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUD Batara Siang belum memberikan keterangan mengenai keluhan pelayanan tersebut. Simpul Rakyat masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak rumah sakit terkait kronologi kejadian, pelayanan terhadap FT, serta standar dan prosedur penanganan pasien di UGD. (*)

Catatan Redaksi:
Direktur RSUD Batara Siang, drg Hasan Basri, telah menyampaikan hak jawab atas pemberitaan ini. Redaksi simpulrakyat.co.id telah memuat hak jawab tersebut dalam berita terpisah sebagai bentuk pemenuhan ketentuan Undang-Undang Pers.

Selengkapnya Baca: Direktur RSUD Batara Siang Klarifikasi Keluhan Pelayanan UGD terhadap Pasien