SimpulRakyat.co.id, Makassar – Aina Fadhillah Ramadhan, siswi kelas VI SD Negeri Balang Baru 1 Makassar, tampil memperagakan Jurus Tunggal IPSI Tangan Kosong dalam kegiatan Jalan Santai Anti Mager Harmoni Kemanusiaan 2026, Sabtu (8/8/2026).
Pesilat cilik dari Perguruan Tapak Suci Cabang Parang Tambung itu tampil di hadapan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan ribuan peserta yang menghadiri kegiatan tersebut.
Aina mendapat kesempatan tampil setelah Ketua Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Prof Dr KH Mustari Bosra, memberikan kepercayaan kepada Perguruan Tapak Suci untuk mengisi pertunjukan seni budaya dalam kegiatan tersebut.
Pengurus Tapak Suci Cabang Parang Tambung kemudian menunjuk Aina sebagai pesilat yang tampil mewakili perguruan.
Dengan gerakan tangan kosong yang menjadi bagian dari Jurus Tunggal IPSI, Aina memperagakan rangkaian jurus di atas panggung. Penampilan tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi Aina untuk menunjukkan hasil latihan yang selama ini dijalaninya.
Pelatih Tapak Suci Cabang Parang Tambung Hermanto mengatakan, pembinaan pencak silat terhadap Aina tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknik.
“Fokus pembinaan kami kepada Aina tidak hanya pada penguasaan jurus, tetapi juga penanaman kedisiplinan, keberanian, rasa tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Kesempatan tampil langsung di depan Gubernur Sulsel ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pemantik motivasi bagi Aina dan kawan-kawannya,” kata Hermanto.
Menurut Hermanto, kesempatan tampil di ruang publik juga penting bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian dan mengekspresikan kemampuan yang mereka miliki.
Dia berharap pembinaan yang dilakukan sejak usia dini dapat membentuk anak-anak yang disiplin, tangguh, dan memiliki semangat untuk terus berkembang.
Aina sendiri telah mengikuti pembinaan pencak silat dan meraih sejumlah prestasi, termasuk medali emas pada kompetisi tingkat Kota Makassar hingga tingkat nasional.
Bagi keluarga, pencapaian tersebut bukan semata-mata tentang medali. Ibunda Aina, Germalia Ramli, mengatakan keluarga terus memberikan dukungan agar putrinya dapat berkembang melalui berbagai kegiatan positif.
“Kami sangat bangga dan bersyukur. Bagi kami, pencapaian prestasi hanyalah bonus; yang paling utama adalah bagaimana Aina bisa belajar disiplin, berani mengekspresikan diri, menghargai sesama, serta memahami bahwa setiap puncak keberhasilan selalu membutuhkan perjuangan, kerja keras, dan konsistensi,” pungkas Germalia.
Penampilan Aina di kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang telah dijalaninya sejak usia dini. Kesempatan tampil di hadapan publik sekaligus menjadi pengalaman bagi Aina untuk mengasah kepercayaan diri dan kemampuan yang dimilikinya. (James)


Tinggalkan Balasan