SimpulRakyat.co.id, Luwu – Kericuhan dan bentrokan antarwarga kembali pecah di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, pada Jumat (24/04/2026) dini hari.
Peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dan situasi masih berlangsung hingga pagi hari.
Sejumlah warga mengaku mendengar suara letusan yang diduga berasal dari senjata rakitan jenis papporo. Selain itu, kedua kelompok yang terlibat juga saling menyerang menggunakan busur panah.
Akibat insiden tersebut, beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun kondisi terkini mereka.
Di tengah memanasnya situasi, satu unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan, namun kejadian tersebut berlangsung bersamaan dengan konflik yang terjadi.
Dampak bentrokan juga sangat terasa pada arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang melintasi kawasan tersebut. Terjadi kemacetan panjang karena pengendara dari arah Palopo menuju Makassar maupun sebaliknya memilih berhenti demi menghindari risiko keamanan.
Sementara itu, Ismail Ishak, Ketua Lembaga Pemerhati Publik Kabupaten Luwu, meminta agar Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, melakukan evaluasi menyeluruh atau dievaluasi kinerjanya. Hal ini lantaran konflik antarwarga di Walenrang dinilai terus berulang dan tidak kunjung selesai.
Menurut Ismail, konflik berkepanjangan tersebut telah menimbulkan dampak luas, mulai dari kerugian material, korban jiwa, rumah terbakar, aktivitas pasar terganggu hingga tutup, hingga lumpuhnya transportasi di jalur utama Pulau Sulawesi.
“Ini bukan lagi kejadian pertama. Bentrok terus berulang dan masyarakat selalu menjadi korban. Harus ada evaluasi serius terhadap penanganan keamanan di wilayah ini,” tegasnya.
Diketahui, bentrokan di kawasan Walenrang memang telah terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. Konflik yang belum tuntas diselesaikan ini kerap memakan korban dan menghambat roda ekonomi masyarakat.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih disiagakan di lokasi guna mengendalikan situasi dan mencegah konflik meluas.


Tinggalkan Balasan