SimpulRakyat.co.id, Makassar – Perempuan muda asal Pulau Sabutung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Fitri Ramadani, menerima penghargaan Perempuan Inspiratif Sulawesi Selatan 2025 dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dalam acara penganugerahan yang digelar di Hotel Claro Makassar, Minggu (22/12/2025).
Fitri menjadi salah satu dari 25 perempuan inspiratif yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Para penerima penghargaan dinilai memiliki kontribusi nyata dan berkelanjutan di berbagai bidang, seperti sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan advokasi hak-hak perempuan.
Perempuan kelahiran 11 Januari 1999 ini terpilih mewakili Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan setelah melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Selain piagam penghargaan, Fitri juga menerima dana pembinaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan ini. Menurut saya masih banyak perempuan lain di luar sana yang jauh lebih hebat. Tapi saya sangat bersyukur, ini menjadi kado akhir tahun 2025 bagi saya,” ujar Fitri kepada awak media usai acara.
Fitri dikenal aktif mendorong perubahan sosial di komunitasnya, terutama setelah bergabung dengan Sekolah Perempuan Muda. Dari ruang belajar tersebut, ia mulai memahami isu kesetaraan gender, hak perempuan, serta advokasi sosial.
Pengetahuan itu kemudian ia terapkan dalam berbagai kegiatan di masyarakat, mulai dari mendorong penyediaan fasilitas ramah penyandang disabilitas hingga kampanye pencegahan perkawinan anak yang masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Tak hanya bergerak di bidang advokasi, Fitri juga terlibat dalam penguatan ekonomi perempuan. Bersama rekan-rekannya di Sekolah Perempuan Muda, ia mengembangkan usaha kerajinan kayu, seperti miniatur perahu, flashdisk kayu, tempelan kulkas, gantungan kunci, dan berbagai produk suvenir lainnya.
Sekolah Perempuan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan merupakan wadah pendidikan kritis bagi perempuan yang diinisiasi oleh Institut KAPAL Perempuan dan Yayasan Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat Sulawesi Selatan sejak 2014.
Pada awalnya, Sekolah Perempuan diikuti oleh ibu-ibu korban perkawinan anak, korban kekerasan, perempuan miskin, kepala keluarga perempuan, serta perempuan penyandang disabilitas. Melihat dampak positif dari kegiatan tersebut, Fitri kemudian mengusulkan pembentukan Sekolah Perempuan Muda.
Usulan itu terealisasi pada 2018 dengan sasaran perempuan muda berusia 15 hingga 25 tahun. Sejak saat itu, Sekolah Perempuan Muda menjadi ruang aman bagi perempuan muda untuk belajar, berdiskusi, dan menyuarakan hak-hak mereka.
“Sekolah Perempuan Muda memberi saya ruang untuk mengenal diri sendiri, menyuarakan hak saya, dan melawan diskriminasi,” kata Fitri.
Namun, ia mengakui perjuangan sebagai anak muda tidak selalu mudah. Fitri dan rekan-rekannya kerap dianggap belum memahami persoalan sosial secara mendalam.
“Sebagai anak muda, kami sering dianggap tidak tahu apa-apa. Meski begitu, kami terus bergerak dan bersuara karena perubahan hanya bisa terjadi jika kita tidak berhenti berjuang,” ujarnya.
Fitri berharap Sekolah Perempuan dapat menjangkau lebih banyak perempuan muda di berbagai daerah. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang memahami hak-haknya, semakin besar peluang terciptanya masyarakat yang adil dan setara.
“Saya berharap Sekolah Perempuan bisa menjangkau lebih banyak perempuan muda di daerah lain, sehingga mereka bisa memahami hak-haknya dan berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara,” tutup Fitri. (**)


Tinggalkan Balasan