SimpulRakyat.co.id, Makassar – Kepolisian di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menegaskan siap mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku teror geng motor yang menyerang warga. Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, memerintahkan jajarannya untuk memberlakukan tembak di tempat bagi pelaku yang membahayakan nyawa masyarakat maupun petugas di lapangan.
Perintah itu disampaikan menyusul maraknya aksi kekerasan oleh geng motor yang meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kasus penyerangan di Kecamatan Rappocini, Minggu (12/10/2025) malam.
“Tindakan tegas tembakan di tempat ini kita akan tetap berlakukan. Kalau pada saat mereka melakukan tindakan itu, akan kita tembak di tempat karena membahayakan jiwa dari petugas, dan kebanyakan jiwa dari masyarakat yang ada di sekitar,” ujar Arya Perdana saat konferensi pers pengungkapan kasus geng motor, Senin (13/10/2025).
Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap 23 anggota geng motor yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi teror di beberapa lokasi di Makassar. Sedikitnya lima warga menjadi korban salah sasaran dan harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat serangan membabi buta tersebut.
Salah satu insiden paling brutal terjadi di Jalan Andi Djemma, Lorong 9 Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, mengatakan kelompok geng motor menyerang warga tanpa alasan jelas, menembakkan anak panah ke arah pengendara dan pejalan kaki.
“Kalau memang dia pelaku (teror), apa salahnya tembak di tempat. Daripada merugikan banyak orang lain,” kata Ismail.
Dalam peristiwa itu, dua korban dilaporkan luka serius. Korban bernama Arun (33) terkena anak panah di bagian dada, sementara seorang lainnya berinisial AN (29) terluka di pinggul. Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Islam Faisal.
“Sudah dicabut busurnya (anak panah). Meskipun korban sudah melapor di Polrestabes, kami tetap melakukan pengembangan,” ujar Ismail.
Ismail menambahkan, penyidik telah mengantongi identitas beberapa pelaku. “Kita sudah kantongi nama terduga pelakunya, kebetulan ada yang kenal. Jadi sementara lidik (penyelidikan),” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, polisi meningkatkan patroli di titik-titik rawan dan menempatkan personel selama 24 jam di lokasi kejadian. “Ini untuk mencegah serangan balasan dan mempercepat penangkapan pelaku,” ujar Ismail.
Aksi geng motor bersenjata di Makassar belakangan kembali menjadi ancaman serius bagi keamanan warga. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun segera melapor jika melihat kelompok mencurigakan yang berkendara secara ugal-ugalan atau membawa senjata tajam.


Tinggalkan Balasan