SimpulRakyat.co.id, Luwu – O2SN pencak silat adalah ajang bergengsi, salah satu cabang olahraga bela diri yang dipertandingkan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Kegiatan ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, dan karakter siswa melalui olahraga.

Peserta yang ikut dalam ajang ini, berasal dari siswa jenjang, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK
yang telah lolos seleksi di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, hingga Provinsi.

Dalam pelaksanannya, BPTI (Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek) menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) tiap jenjang (SD, SMP, SMA/SMK), lengkap dengan jadwal dan alur seleksi.

Misalnya, untuk tahun 2025, jadwal lengkap jenjang SD dimuat dalam Juknis yang dapat diunduh dan disebarkan lewat situs resmi serta instansi daerah.

Kemudian, diteruskan ke Dinas Pendidikan di kabupaten/kota dan provinsi menetapkan SK atau surat keputusan untuk tiap tahapan, lalu mengumumkannya di situs resmi atau papan pengumuman daerah.

Sayangnya, di Luwu, pengumuman itu tidak pernah diterima Atlet dari Dinas Pendidikan Luwu.

Seorang Atlet, Rifki yang berumur 14 tahun, akhirnya harus mengubur mimpinya untuk berlaga di O2SN untuk tahun 2025.

Rifki, warga Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan yang sudah latihan Silat sejak 4 tahun lalu, sebelumnya menggantungkan impiannya untuk berlaga di ajang bergengsi tersebut.

“Ingin belajar beladiri, agar tubuh kuat dan sehat. Sangat besar harapan saya bisa berlaga di O2SN karena kejuaraan ini sangat bergengsi,” katanya kepada Wartawan, Sabtu (5/7/2025).

Tidak mendapat support dari Pemda Luwu, membuat dirinya kecewa. Ia mengaku telah mempersiapkan beberapa hal, termasuk menghapal jurus tunggal yang menjadi kategori lomba, diminatinya.

“Harapanku, semoga tahun depan Luwu bisa ikut O2SN bukan cuman OSN sja,” tambah Rifki

Untuk diketahui, Rifki merupakan Atlet yang memiliki prestasi. Diumurya yang masih muda, ia sudah pernah mengikuti kejuaraan kejuaraan Unismuh Cup Di Makassar. Beberapa kali juga telah mengikuti kejuaraan daerah di Luwu.

Selain Rifki, Pelatih Silat Senior di Kabupaten Luwu, Raizatul Husna, turut angkat bicara soal gagalnya sejumlah Atlet mengikuti tahapan O2SN, ia menyayangkan Atlet yang telah berlatih keras, tidak dapat merasakan pertarungan gelanggang O2SN.

“Karena setelah covid Dan pendaftaran sistem Online untk O2SN sudah tidak pernah lagi diadakan di Kabupaten Luwu. Jadi, harapan saya sebagai pelatih Pencak Silat agar tahun depan Luwu bisa kembali berpartisipasi di tingkat Provinsi bahkan sampai Nasional. Karena, sebenarnya banyak bibit-bibit atlet di sekolah-sekolah yang berkompoten mulai tingkat SD, SMP, dan SMA,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi, saat ditemui di sela kegiatannya membenarkan tidak adanya anggaran yang disiapkan Pemda Melalui Dinas Pendidikan untuk mensupport kegiatan O2SN.

“Tidak ada,” singkatnya, saat ditemui langsung wartawan pada Kamis, (3/7).

Dia kemudian tidak berkomentar banyak soal kegiatan O2SN itu.