SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto memulai kampanye pada Sabtu lalu (2/12). Dia baru melakukan itu di hari kelima sejak masa kampanye dibuka KPU pada 28 Oktober.

Prabowo langsung gaspol ke dua wilayah, yakni Tasikmalaya, Jawa Barat dan beberapa daerah di Banten. Kampanye ia lakukan selama dua hari hingga Minggu (3/12).

Kampanye dimulai dengan berkunjung ke Pondok Pesantren (ponpes) Miftahul Huda Tasikmalaya, Jawa Barat. Prabowo beserta rombongan tiba sekitar pukul 10.40 Wib, kemarin.

Sejak sejam sebelumnya, barisan santriwati ponpes itu berdiri rapi di pinggir jalan menuju ponpes untuk menyambut tamu.

Lantunan salawat dan drumband sahut-sahutan saat Prabowo tiba. Ia ditemani Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, Ridwan Kamil hingga Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Perkasa Roeslani.

Rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Miftahul Huda, Asep Ahmad Mausul Affandi dan eks Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum yang juga pengasuh ponpes.

Asep dan Uu adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Asep bahkan merupakan anggota DPR dari Fraksi PPP. Di Pilpres 2024, PPP mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Dengan kata lain, Prabowo mendatangi lokasi yang merupakan basis lawannya di Pilpres 2024.

Di ponpes ini, Prabowo sempat berbincang dengan pimpinan ponpes. Setelahnya, ia berziarah ke makam Pendiri Ponpes Miftahul Huda, Choer Affandi bin H Abdullah.

Prabowo menjadi ‘sasaran’ santri yang berebut untuk bersalaman. Ia sempat terlihat berfoto bersama dengan para santri-santriwati. Teriakan ‘bapak gemoy’ dari para santriwati beberapa kali terdengar.

Kata gemoy dikaitkan dengan Prabowo usai Ketua Umum Gerindra itu belakangan kerap berjoget di hadapan khalayak ramai. Jogetnya viral disebut sebagai ‘joget gemoy’.

Di jalan menuju mobil sebelum meninggalkan pesantren, Prabowo menyapa beberapa anak-anak di lingkungan ponpes.

Ia lalu memberi kenang-kenangan berupa koin berwarna emas dengan berlogo Kementerian Pertahanan kepada lima anak.

“Disimpan ya. Disimpan nanti. Nanti kalau kamu besar, kau ingat ya Menteri Pertahanan pernah datang ke sini,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda yang juga Politisi PPP, Uu Ruzhanul mengeklaim tidak bisa menolak jika ada tamu yang berkunjung ke pesantren.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan DPP PPP soal kunjungan Prabowo ke basis partai berlambang ka’bah itu.

“Saya secara pribadi berkomunikasi, bahkan dengan Sekjen juga saya berkomunikasi. Seperti itu adanya,” kata Uu.

Ketua TKD Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan kunjungan Prabowo ke ponpes yang menjadi basis PPP ini hanya bersilaturahmi.

Namun, Emil sapaan akrabnya, mengakui silaturahmi tentu membawa dampak elektoral.

“Panjang silaturahmi, panjang rezeki. Rezeki itu bisa rupiah, bisa elektoral kan begitu. Kita berdoa,” katanya.

“Orang Jabar mah sederhana aja, kalau rajin didatangi, silaturahmi, biasanya dia bersimpati,” imbuh eks Gubernur Jawa Barat itu.