SimpulRakyat.co.id, Halmahera Timur – Mengikuti pemberitaan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang menangani langsung berkas lamaran tenaga kerja yang hendak masuk ke PT IWIP membuat resah masyarakat Kecamatan Wasile Selatan.

Sikap keberatan itu diutarakan oleh Ketua Forum Asosiasi Kepala Desa Wasile Selatan, Yosefnat Maudul. Kepada SimpulRakyat.co.id ia mengatakan masyarakat menolak kebijakan tersebut.

“Kami tidak sepakat jika setiap pelamar ke PT. IWIP harus antar berkas di Disnaketran Halmahera Timur di Maba,” tegas Yosefnat, yang juga merupakan Kepala Desa InoJaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kamis (11/3/2021) pagi.

Ia mempertanyakan alasan kenapa harus mengantar berkas di Disnaketrans sementara kantor perwakilan PT. IWIP sudah ada di Kecamatan Wasile Selatan.

“Kantor perwakilan PT IWIP kan sudah diaktifkan di Kecamatn Wasile Selatan Haltim sejak bulan Desember 2020, itu yang harusnya disosialisasikan karna tujuan dari Kantor Perwakilan adalah mempermuda setiap pelamar kerja yang berasal dari Halmahera Timur,” ujar Yosefnat.

Untuk Pemerintah Daerah dan DPRD Komisi II, lanjut Yosefnat, jangan kecewakan masyarakat Wasile dengan membuat keputusan sepihak tanpa diketahui masyarakat. Padahal masyarakat sudah berjuang untuk menghadirkan kantor perwakilan di Wasile Selatan.

Senada, pemuda Kecamatan Wasile Selatan, William Ambeua mengatakan tindakan Disnaketrans tersebut hanya akan membuat bingung pencari kerja asal Haltim.

“Kami tegaskan untuk Disnaketrans, DPRD Komisi II dan PT. IWIP jangan membuat masyarakat bingung untuk melamar kerja. Kemarin kesepakatan perusahaan dengan masyarakat lain, kemudian tanpa diketahui masyarakat, kalian buat kesepakatan lain lagi,” kesal aktivis Haltim ini.

Sebaiknya, kata William, Disnaketrans kerjakan saja tugasnya membuat Kartu Kuning bagi setiap pelamar kerja, dan tidak perlu menambah-nambah kerja dengan menampung berkas karena sekarang sudah ada kantor perwakilan PT IWIP di Haltim yang siap menerima ribuan berkas pelamar.

Menurut William yang juga Sekertaris KNPI Wasile Selatan ini, aktivitas sebuah perusahaan pertambangan harusnya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan adanya kantor perwakilan diwilayah Wasile ini dan dengan segala aktivitas kantornya diharapkan bisa memicuh pertumbuhan dan kesejahteraan UMKM disekitarnya.

Jika ditelusuri, kekecewaan masyarakat tersebut bukan tanpa sebab. Sebelumnya pada bulan Juli 2020 masyarakat Kecamatan Wasile Selatan sempat berjalan kaki selama tiga hari menyusuri hutan menuju hutan Akejira selama tiga hari untuk melakukan demonstrasi secara besar-besaran yang diikuti oleh lima ratus lebih massa dan menyebabkan aktivitas PT IWIP di hutan Akejira lumpuh total.

Dalam demonstrasi tersebut salah satu point tuntutan massa aksi adalah mendirikan kantor perwakilan di Wasile Selatan, Haltim. Tujuannya adalah untuk mempermudah akses pencari kerja asal Haltim yang hendak melamar kerja .

Pasca demostrasi di Akejira, masyarakat kembali melakukan aksi lanjutan di jantung Ibu Kota Wasile Selatan dengan jumlah lebih membludak yang diperkirakan mencapai seribu lebih massa aksi. Dalam demonstrasi tersebut massa aksi sempat memblokade jalan lintas Haltim selama satu hari penuh yang menyebab lalu lintas di wilayah itu lumpuh total.

Tidak hanya sampai disitu demontrasi waktu itu juga berujung pada penyegelan kantor Camat Wasile Selatan selama berminggu-minggu. Alhasil sejak bulan Desember 2020 PT. IWIP secara resmi membuka kantor perwakilan di Desa Ino Jaya Kecamatan Wasile Selatan.