Pertajam Penanganan Stunting, KPM di Liukang Tupabbiring Dibekali eHDW

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemerintah Desa di Kecamatan Liukang Tupabbiring lakukan pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Sekertariat P3MD Kabupaten Pangkep, Jumat (25/09/2020).

Diketahui, salah satu syarat wajib dimiliki desa adalah data Stunting yang telah dilaporkan pada aplikasi e-Human Development Worker (eHDW) milik Kementerian Desa. Kendati demikian,  2020 ini, baru tercatat 50 persen desa dari 65 yang melakukan pendataan tersebut.

Baca Juga

Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMPD, Dzulfadli mengatakan, 2021 semua desa wajib telah memiliki aplikasi eHWD. Aplikasi ini pun akan dikelola oleh Kader Pembangunan Desa yang telah dibentuk di masing-masing desa

“Jadi tahun depan harus punya aplikasi ini. Kalau tidak maka tidak akan bisa mencairkan Dana Desa (DD). Kalau tahun ini memang belum diterapkan. Tapi untuk desa yang memiliki status lokasi khusus (lokus) telah menerapkannya,” terang Dzulfadli

Guna menindaklanjuti aturan tersebut, pemerintah desa se-Kecamatan Liukang Tupabbiring melakukan pelatihan agar tahun depan dapat mengaplikasikan aturan tersebut, sehingga tidak ada kendala dalam pencairan anggaran di desa.

Pendamping Desa KPM di Kecamatan Tuppabiring, Abdul Rahman menjelaskan, sejauh ini di Kabupaten Pangkep mulai melakukan pelatihan pembentukan pendamping di masing-masing desa. Khusus di Kecamatan Tuppabiring semua desa telah membentuk KPM.

“Insya Allah tahun depan telah masuk. Untuk tahun ini memang baru di tiga desa yang berstatus lokus, yakni desa Mattiro Adae, Mattiro Deceng dan Mattiro Langi,” katanya.

Dia menjelaskan, peran dari KPM dan aplikasi eHDW adalah untuk melakukan pendataan angka stunting di desa yang kemudian akan dilaporkan ke tingkat kabupaten, provinsi hingga kementerian.

“Kita perannya mendata setiap Minggu melakukan penginputan data, baik penambahan atau pengurangan jumlah stunting. Inilah peran dari KPM dan akan melakukan sinkronisasi data dengan dinas kesehatan dan dinas sosial,” katanya.

Rizal Idris Kepala Desa Mattiro Matae turut hadir dalam kegiatan tersebut, dengan adanya kegiatan ini maka program desa untuk meminimalisir pertumbuhan stunting akan sangat terbantu.

“Kami selaku pemerintah desa di Desa Mattiro Matae akan sangat mendukung dengan kegiatan ini. Kader yang akan menjadi KPM pun adalah warga desa yang tentu tahu persoalan stunting di desa. Kami pun sebenarnya telah menyediakan alat dan fasilitas bagi kader KPM agar bisa bekerja maksimal nantinya,” jelas dia. (*/Ismail)

Disarankan Untuk Anda :