Soal Dugaan Mafia Tanah di PT IWIP, Polres Haltim: Hati-hati Gunakan ‘Pedang’

  • Whatsapp
Kasat Intelkam, Dornik Djini berbicara dengan massa aksi, Selasa (7/7/20) di Kecamatan Wasile Selatan. (Foto: Angel Maudul/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat.co.id, Halmahera Timur – Prahara dugaan adanya oknum mafia tanah dari hasil pembayaran tali asih lahan eksplorasi PT IWIP di Kaorahae yang masuk di wilayah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) berbuntut panjang.

Hal tersebut disebabkan munculnya gelombang protes dari Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Bersatu Kecamatan Wasile Selatan, Senin (6/7/20), yang menyegel Kantor Camat serta memblokade Jalan Trans Halmahera Timur, serta menyebabkan terjadinya kelumpuhan aktivitas kendaraan beroda empat hingga Selasa (7/7/20) siang tadi.

Baca Juga

Tindakan itu dilakukan massa aksi karena menduga adanya kelompok mafia lahan serta merasa kecewa dengan tindakan Pj Camat Wasile Selatan, Man Usman, yang dinilai secara sepihak tanpa koordinasi dengan masyarakat melakukan kesepakatan bersama Camat Weda Tengah dan PT IWIP yang menghasilkan lahan seluas 120 hektar lebih diberikan kepada Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halteng.

Kapolres Haltim, yang diwakili Kasat Intelkam, Dornik Djini yang turut membawa Tim Penyidik, ketika bertemu massa aksi mengatakan pihaknya akan memproses jika ada laporan dan sudah memenuhi dua alat bukti.

“Jikalau memang ada indikasi yang cukup dengan dua alat bukti, maka silahkan laporkan secara resmi dan kita akan bertindak. Disini saya sudah bawa dengan tim penyidik. Oleh sebab itu semua ini bisa terbuka secara terang menderang,” katanya kepada massa aksi, Selasa (7/7/20).

Saya pastikan, lanjut Dornik, jikalau memang terbukti secara yuridis maka siapa saja dan bukan hanya Camat Wasile Selatan, akan terkena sanksi hukum.

“Hati-hatilah menggunakan ‘pedang’ (kekuasaan, red). Hati-hatilah saya sampaikan, karena sebagian data sudah ada di saya,” tegas Dornik.

Ia berpesan, jika dikemudian hari terindikasi ada oknum-oknum yang melakukan pelanggaran hukum terkait dengan wilayah pertambangan, pihaknya meminta agar segera dilaporkan secara resmi serya buktikanlah secara fakta yuridis dan jangan hanya berdasarkan fakta asumsi.

Sebelumnya dilokasi yang sama, Bupati Haltim, Muhdin Ma’bud, mengaku telah mengantongi nama-nama yang ikut terlibat dalam kasus lahan seluas 120 hektar milik Haltim yang kabarnya diberikan kepada Kecamatan Weda Tengah, berdasarkan kesepakatan Camat Wasile Selatan, Man Usman dengan Camat Weda Tengah, Kabupaten Halteng di Kota Ternate.

“Perkembangan demonstrasi ratusan massa Wasile Selatan hari Kamis lalu ke PT IWIP saya ikuti, masalah lahan 120 hektar siapa yang terlibat didalamnya juga saya ikuti, dan saya punya data sekarang siapa saja yang terima itu,” kata Muhdin, Selasa (7/7/20) kepada massa aksi siang tadi.

Diketahui empat desa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Bersatu Kecamatan Wasile Selatan Haltim yang melakukan demonstrasi adalah Desa Ekorino, Desa Ekor, Desa Ino Jaya dan Desa Nusa Jaya.

Reporter : Angel Maudul

Disarankan Untuk Anda :