Pemberhentian Kepala Sekolah SD Naskat 2 Wowonda Tidak Prosedural?

  • Whatsapp
Kepala Sekolah (Kepsek) SD Naskat 2, Wowonda, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku, Engelbertus Balak, S.Pd.

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki – Proses pengangkatan dan pemberhentian ASN dari jabatanya hendaknya sesuai dengan prosedur yang berlaku. Lain halnya dengan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Naskat 2 Wowonda, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku, Engelbertus Balak, S.Pd.

Engelbertus Balak bercerita, awalnya pada Jumat, 23 Agustus 2019, sekira pukul 11.00 Wit, ia menerima pemberitahuan secara lisan dari seorang pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KKT, bahwa akan dilaksanakan serah terima Plt Kepala Sekolah yang baru untuk menggantikanya.

Baca Juga

Kemudian pada pukul 14.00 WIT secara “diam-diam” diadakan serah terima jabatan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, tanpa dihadiri oleh Engelbertus Balak selaku kepala sekolah.

Engelbertus Balak mengaku tidak ada surat pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Daerah KKT, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kepada dirinya selaku Kepsek yang akan digantikan oleh Plt Kepala sekolah yang baru.

Perkembangan terakhir sampai saat ini Engelbertus Balak belum menerima SK pemberhentian, padahal sudah selesai dilakukan serah terima jabatan.

Menurut informasi, juga tidak ada pemberitahuan kepada pihak Yayasan Sekolah tersebut.

Ketika diwawancarai wartawan Simpul Rakyat, Jumat (6/9/2019) lalu, Engelbertus Balak mengatakan, Pemda KKT kurang menghargai kinerja dan pengabdian ASN-nya, seperti yang menimpa dirinya, ia notabene sudah bekerja menjadi ASN selama kurang lebih 30 tahun dan telah menjadi Kepala Sekolah di SD Naskat 2 Wowonda selama 10 tahun.

“Pemda KKT memeberhentikan saya dengan cara tidak prosedural, tanpa ada SK pemberhentian, saya langsung diganti. Ini sama sekali tidak menghargai kinerja kami sebagai ASN selama ini,” ujar Engelbertus dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, dirinya diberhentikan dari jabatan kepala sekolah tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. Pengangkatanya menjadi kepala sekolah dengan SK Bupati, seharusnya pelepasan jabatanya pun harusnya dengan SK Bupati juga, dan sampai saat ini belum diterimanya.

Pihaknya sudah mengonfirmasikan hal tersebut kepada Bupati KKT Petrus Fatlolon, pada Kamis, 5 September 2019, tetapi Bupati menyatakan bahwa sebelumnya tidak pernah mengetahui kejadian tersebut, bahkan sampai saat ini Bupati tidak tahu siapa Plt Kepala sekolah yang baru yang menggantikan Engelbertus Balak.

“Kami sudah konfirmasi ke pak Baupati, tapi beliau tidak tahu hal ini, bahkan Plt-nya pun tidak tahu,” sambung Engelbertus.

Ada hal yang perlu ditelusuri, yakni mengenai kesesuaian pernyataan Bupati dengan kenyataanya, sebab yang menandatangani SK pengangkatan Anike Soala sebagai Plt Kepala Sekolah yang menggantikan Engelbertus adalah Bupati KKT.

Kalaupun benar yang disampaikan oleh Bupati KKT, pertanyaanya adalah siapa yang melakukan hal tersebut?.

“Kalaupun demikian, ini merupakan pelanggaran tindak pidana, pemalsuan dokumen negara dan pencemaran nama baik Bupati KKT,” ungkapnya.

Reporter: Axl Temmar

Disarankan Untuk Anda :