Pembebasan Lahan PT Emerald Ferrochromium Industry Disesalkan Warga, Ini Alasannya

Pembebasan Lahan PT Emerald Ferrochromium Industry Disesalkan Warga, Ini Alasannya

Editor : Ahmad Alhasni
Sabtu, 13 Juli 2019

Lahan yang dilakukan oleh PT. Emerald Ferrochromium Industry, di desa Gulo kecamatan Kao Utara

SimpulRakyat.co.id, Kao Utara – Pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT. Emerald Ferrochromium Industry, yang rencananya melakukan explorasi di desa Gulo kecamatan Kao Utara, meninggalkan cerita pilu alias keluhan.

Pasalnya, dari keterangan warga yang ditemui oleh media ini, Sabtu (13/07) mengaku, merasa terlalu kecil.

“Anda bayangkan saja pak, lahan kami dihargai oleh pihak perusahan, sebesar 3.000 rupiah per meternya,” kata Birah, perempuan asal desa Gulo.

Bagi dia, penyesalannya sangat berdasar. Mengapa demikian, menurut penuturan perempuan ini, tanah yang mereka miliki adalah bukan lahan tidur.

“Ingat pak, lahan yang kami miliki sudah ditanami kelapa dan tanaman lainnya. Berarti lahan kami jelas, bukan lahan tidur atau yang masih bersifat hutan rimba,” sesal dia.

Perempuan ini bahkan menyebutkan, lahan miliknya dan warga yang lain enggan di jual ke pihak perusahan. Walaupun tambah dia, meskipun berada di tengah-tengah areal produksi pihak perusahan.

“Anda bisa lihat sendiri, yang masih berdiri tanaman kelapa, itulah yang belum warga jual,” sebut dia.

Dia juga mengatakan, bersama warga yang lain, bukannya menolak kehadiran perusahan. Tetapi menurut dia, harga yang ditetapkan dalam pembebasan lahan, haruslah juga memikirkan nasib masyarakat.

“Ingat kami bukan menolak kehadiran perusahan. Tetapi juga harus memikirkan nasib kita sebagai wargam," kata dia dengan dialeg khas Tobelo.

Reporter: Reynold
Editor: Ahmad Alhasni