Misteri Genangan Air Lorulun di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Jilid 2)

Misteri Genangan Air Lorulun di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Jilid 2)

Editor: Elya
Sabtu, 13 Juli 2019


SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Mega Proyek Genangan Air Lorulun di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (saat ini Kabupaten Kepulauan Tanimbar), Provinsi Maluku, meninggalkan berbagai misteri yang terus dicari dan diungkap kebenarannya oleh tim media Simpul Rakyat.

Mega proyek yang terletak bersebelahan dengan Landasan Pacu Airport Mathilda Batlayery ini telah menelan anggaran puluhan milyar rupiah yang bersumber dari APBD MTB Tahun Anggaran 2018. Beberapa proyek yang telah dikerjakan di lokasi Genangan Air Lorulun tersebut antara lain :

  1. Pembangunan Jalan Masuk dan Parkiran Lokasi Danau Lorulun (Rp.2.452.300.000),-
  2. Pembangunan Jalan Masuk dan Parkiran Lokasi Danau Lorulun - Lanjutan (Rp.7.820.797.999),-
  3. Pembangunan Talud dan Penimbunan Danau Lorulun (Rp.4.890.849.000),-
  4. Pembangunan Talud dan Penimbunan Danau Lorulun - Lanjutan (Rp.1.951.806.000),-
  5. Pembersihan Danau Wisata Lorulun (Rp.2.489.793.000),-
  6. Studi Kelayakan Pembangunan Kawasan Wisata Danau Lorulun (Rp.192.100.000).-




Mari Kita Simak Satu Persatu:

Pembangunan Jalan Masuk dan Parkiran Lokasi Danau Lorulun

Pada bulan Juni 2018 lalu, PT. Alia Putra Perkasa memenangkan tender proyek ini dengan anggaran sebesar 2.452.300.000 rupiah yang ditetapkan dalam batang tubuh APBD 2018.

Namun berselang 4 (empat) bulan kemudian, pada perubahan anggaran tahun 2018, proyek yang sama kembali dianggarkan. Tender pun dibuka lagi dan pemenangnya adalah PT. Putra Tanimbar Sejahtera dengan nama paketnya.

"Pembangunan Jalan Masuk dan Parkiran Lokasi Danau Lorulun - Lanjutan". Secara keseluruhan, proyek ini menghabiskan anggaran 2018 sebesar 10.273.097.000 rupiah.

Wow..! Pendobelan anggaran sangat fantastis. Dari hasil penelusuran Proyek Jalan ini, juga disinyalir belum selesai 100%.

Pembangunan Talud dan Penimbunan

Proyek "Pembangunan Talud dan Penimbunan" ini juga mengalami double anggaran yang sama di tahun 2018. Pekerjaan pertamanya pada bulan Juni 2018, dianggarkan sebesar 4.890.849.000 rupiah dan dikerjakan oleh PT. Putra Tanimbar Sejahtera.

Saat perubahan anggaran APBD 2018, tender baru pun dibuka kembali dengan nama paketnya "Pembangunan Talud dan Penimbunan Danau Lorulun - Lanjutan". Paket lanjutan ini dimenangkan oleh CV. Saumlaki Mandiri dengan anggaran sebesar 1.951.806.000 rupiah.

Luar biasa..!

Pembersihan Danau Wisata Lorulun

Paket proyek ini dimenangkan oleh CV. Saumlaki Mandiri dengan nominal anggaran sebesar 2.489.793.000 pada bulan Oktober 2018. Anggaran sebesar ini dianggap cukup fantastis, karena untuk membersihkan Danau (sebenarnya genangan air) Lorulun saja, Pemda MTB menggelontorkan dana APBD milyaran rupiah.

Keren kan..!?

Studi Kelayakan Pembangunan Kawasan Wisata Danau Lorulun

Seperti layaknya sebuah proyek besar yang masuk kawasan hutan yang memerlukan studi kelayakan, AMDAL, Izin Lingkungan dan lain sebagainya. Proyek Genangan Air Lorulun ini pun wajib memperoleh ijin-ijin dimaksud sesuai amanat UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebelum dimulainya pekerjaan proyek-proyek yang akan berdampak terhadap lingkungan hidup dan lingkungan sosial disekitarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Simpul Rakyat, hingga berakhirnya waktu pekerjaan, proyek-proyek tersebut belum memiliki ijin lingkungan, Amdal dan ijin lain sesuai surat Gubernur Maluku tertanggal 28 Februari 2019.

Hal inilah yang selalu menjadi topik diskusi hangat kalangan milenial di warung - warung kopi di kota Saumlaki dan sekitarnya.

Pada proyek "Pembangunan Jalan Masuk dan Parkiran Danau Lorulun" misalnya, tahap pertama, dalam batang tubuh APBD 2018, nominal anggarannya sedikit, yaitu sebesar 2.4 milyar rupiah dan pada tahap perubahan (paket lanjutan), nominal anggarannya membengkak menjadi 7,8 milyar rupiah. Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat banyak.

Selanjutnya, untuk proyek "Pembersihan Danau Lorulun", tersiar kabar burung bahwa, saat melakukan Pembersihan di kawasan Danau Wisata Lorulun saat itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab MTB diturunkan langsung ke lokasi untuk membersihkan seluruh areal kawasan wisata danau lorulun dari pagi hingga sore hari pada jam kantor.

Wow...! Kebijakan yang luar biasa?

Mega proyek yang diduga terjadi tumpang-tindih anggaran ini tentunya akan mengakibatkan pemborosan keuangan negara. Bentuk perencanaan yang terkesan tidak wajar,  jelas bertentangan dengan UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengamanatkan pengelolaan keuangan yang baik (good governance) sesuai azas Transparansi, Efektif dan Efisien.

Pertanyaannya:

  1. Apakah hubungan antara Aparatur Sipil Negara dan proyek pembersihan danau senilai 2,5 milyar tersebut?
  2. Siapakah pembuat kebijakan agar ASN terlibat dalam pekerjaan proyek ini?
  3. Siapakah gerangan pemilik CV. Saumlaki Mandiri, PT.Putra Tanimbar Sejahtera yang mengerjakan proyek genangan air lorulung?


Sembari merenung memikirkan kesemrawutan semua ini, saya dikagetkan dengan bunyi pesan singkat Si Suheng, "jadi gak ke puncak, bro..!?"

Bersambung...

Penulis: Marcel Kalkoy

Baca: Misteri Genangan Air Lorulun di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (Jilid 1)