SMA Entrepreneursip Chevalier Anasai Solusi Peningkatan Lifeskill Anak Muda Papua

SMA Entrepreneursip Chevalier Anasai Solusi Peningkatan Lifeskill Anak Muda Papua

Redaktur Simpul Rakyat
Rabu, 12 Juni 2019

P. Dr. Alo Batmianik, MSC Kepala SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai

SimpulRakyat.co.id, Merauke - Melanjuti karya-karya para Misionaris Hati Kudus Yesus atau yang disapa dengan sebutan para Misionaris MSC dengan semboyan  Ametur ubique terrarum, Cor Jesu Sacratissimum in aeternum "Semoga hati Kudus Yesus dikasihi di seluruh dunia, selama- lamanya".

Khususnya di tanah Papua sejak 1902 hingga kini tercatat, ada beberapa catatan penting dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan orang Malind (penduduk asli Merauke disebut Malind Anim Ha) yang perlu dipahami yakni, ketergerakan hati untuk mengobati penyakit jaman dimana kehidupan Orang Malind Anim masih terpencar-pencar dan masih menjalankan sistem pengayauan serta munculnya penyakit menular akibat pergaulan bebas, ditambah dengan pergaulan ritual mengakibatkan bencana besar mengancam memusnahkan bangsa Malind,  pada tahun 1913 Pater Petrus Vertenten, MSC mengumpulkan orang Malind dan membentuk pemukiman dengan jumlah 40-60an KK dalam sekampung.

Orang Malind diselamatkan dan berkembang dengan baik hingga kini. Namun kini muncul keprihatinan lain lagi muncul yakni anak-anak Malind belum mampu bersaing dengan para pendatang karena belum memiliki skill yang mumpuni.

Para Misionaris MSC  membali merancang dan mendirikan SMA Entrepreneursip Chevalier Anasai guna mempersiapkan dan menciptakan serta menyediakan tenaga-tenaga muda Malind yang handal dan mampu bersaing karena juga memiliki lifeskill yang handal.


P. Dr. Alo Batmianik, MSC selaku kepala sekolah mengatakan bahwa, "SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai hadir di bumi Anim Ha sebagai bentuk tanggung jawab gereja dan tarekat menjawab permasalahan daerah khususnya untuk mempersiapkan anak-anak muda Malind untuk bersaing dengan para pendatang lainnya," ujar dia, Selasa (11/06).

Sekadar diketahui, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 ini telah dibuka dan tenaga pengajarpun sudah siap. Tenaga pengajar direkrut dengan sistem wawancara dan presentasi keilmuan, lanjut P. Dr. Alo Batmianik, MSC.

Visi dari SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai adalah Unggul dalam Ilmu dan Iman, Mandiri dan Kreatif dalam keterampilan serta tulus dalam berbagi.

Lebih lanjut P. Dr. Alo Batmianik, MSC menyampaikan harapan bahwa dengan hadirnya SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai ini diharapkan dapat menjadi pilihan lain anak-anak muda Malind yang bukan hanya pingin menjadi ASN  melainkan juga siap terjun  berkompetisi dalam dunia kerja bahkan hendaknya bisa menciptakan lapangan kerja mandiri.  "It is by the heart that we are something (dari hati, dan kita menjadi sesuatu)".

Berangkat dari pernyataan Pendiri Tarekat MSC inilah, para Misionaris MSC mendirikan
SMA Entrepreneurship Chevalier Anasai ini sebagai wujud keberpihakan dan kebersamaan dengan masyarakat. (S.A)