Serap 7.800 Karyawan, Emerald Bawa Keuntungan Bagi Pencari Kerja di Halmahera Utara

Serap 7.800 Karyawan, Emerald Bawa Keuntungan Bagi Pencari Kerja di Halmahera Utara

Editor: Elya
Jumat, 14 Juni 2019

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Samud Taha

SimpulRakyat.co.id, Tobelo – Dibukanya operasi bagi salah satu perusahan yang mengelola industri biji besi dan baja yaitu, PT. Emerald Ferrochromium Industry di desa Gulo kecamatan Kao Utara, mendapat apreseasi tersendiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Samud Taha.

Pasalnya Samud Taha mengakui, perusahan ini dalam operasinya, bisa menyerap 7000 karyawan. Dia juga mengatakan, perjanjian atau tertuang dalam klausul yang dibuat pihaknya dengan pihak perusahan, adalah pelatihan ketenaga kerjaan, menjadi tanggung jawab perusahan.

"Anda bayangkan saja, kalau dibutuhkan 7000 tenaga kerja, sudah berapa anak lokal kita yang akan masuk. Ini berarti tanggung jawab Pemerintah Daerah, berangsur-angsur bisa diatasi, persoalan mengatasi pengangguran," kata Samud Taha, Jumat (14/06) ketika berdiskusi dengan beberapa wartawan media online, seraya menambahkan akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja.

Dirinya juga mengakui, dalam perjalanannya, kiprah perusahan ini, sedikit mengalami pasang surut.

“Memang benar, izin perusahan ini, awalnya memang di Galela Utara. Seiring berjalannya waktu, ada permasalahan maka tidak jadi di bangun disana. Oleh koordinasi yang baik dan cukup alot, maka Pemerintah Daerah memindahkan ke desa Gulo kecamatan Kao Utara," cerita Kepala Dinas BLH ini.

Samud Taha juga secara tegas mengatakan, bahwa perusahan tersebut, telah mengurus proses administrasi untuk mendapatkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Saya bukan main-main dalam bekerja, perusahan tersebut telah mengurusi AMDAL. Intinya, demi kepentingan orang banyak di Halmahera Utara, saya juga harus membaca aturan, supaya jangan bertabrakan," kata dia tegas.

Selain itu, dia juga membeberkan cerita mengenai, salah satu izin yang mengharuskan dirinya untuk berkoordinasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup.

"Perusahan tersebut akan membangun smelter dengan salah satu penunjan yaitu, pembuatan fasilitas pelabuhan laut, sebagai isyarat aturan. Sebagai orang yang bertanggung jawab persoalan lingkungan yang menginginkan kemajuan daerah ini, saya langsung berkoordinasi dengan pihak Kementrian Lingkungan Hidup," beber Samud Taha.

Lanjut dia, dalam sosialiasi pembebasan areal, pihak DLH dan PT. Emerald Ferrochromium Industry, sudah melakukan itu, dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat desa.

"Bersama mereka, kita telah melakukan sosialisasi sebagaimana telah diatur dalam persyaratan regulasi," ungkapnya. (Reynold)