Seorang ASN di Desa Alusi Batjasi Diduga Tega Perkosa Keponakannya Sendiri

Seorang ASN di Desa Alusi Batjasi Diduga Tega Perkosa Keponakannya Sendiri

Editor: Elya
Kamis, 06 Juni 2019

Ilustrasi pemerkosaan. (Dok. Int)

SimpulRakyat.co.id, Saumlaki - Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di desa Alusi Batjas, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku, diduga tega melakukan tindakan pemerkosaan terhadap keponakannya sendiri di rumah dinas miliknya sejak dua bulan lalu.

Hal tersebut terungkap lewat pengakuan korban kepada keluarganya. Keluarga pun langsung melaporkan yang bersangkutan ke Polres Kepulauan Tanimbar, Kamis (6/6).

Pelaku (PN) yang berprofesi sebagai guru ini melakukan aktifitas di desa Lorwembun setiap harinya, namun rumah dinas tempat tinggal berada di desa Alusi Batjas yang nota bene masih satu kecamatan.

Menurut informasi dari pihak keluarga korban, kejadian pemerkosaan itu terjadi pada bulan April lalu. Saat itu ketika pulang sekolah, Rini (bukan nama sebenarnya) bertemu dengan PN (pelaku) di jalan raya, kemudian PN mengajak Rini ke rumah dinasnya. Rini pun tidak mencurigai akan terjadi tidakan pemerkosaan tersebut lantaran berpikir PN adalah keluarganya sendiri.

Saat di dalam rumah, Rini melihat sang istri PN tidak berada di tempat dan baru diketahuinya bahwa sang istri sedang berada di kota Saumlaki. Situasi yang mendukung itu, membuat sehingga PN dengan nekat melakukan aksi bejatnya kepada Rini.

Karena takut dan malu, Rini pun tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya dan memilih diam, menyimpan dan mengubur tindakan bejat PN tersebut di dalam hatinya.

Apalah daya, Rini hanya seorang anak SMP yang tidak berdaya menahan beban berat itu. Beberapa hari lalu, dia pun menceritakan tidakan pemerkosaan tersebut kepada orang tuanya. Sebagai orang tua yang mengetahui kejadia asusila yang menimpa anaknya, langsung menginformasikan kepada semua keluarga besar dan bersepakat melaporkan PN ke pihak berwajib.

Tindakan bejat PN tersebut bukan baru sekali ini saja. Di tahun 2013 lalu, PN sempat memperkosa kakak kandung Rini, sebut saja Mawar (nama samaran). Saat itu Mawar baru saja lulus dari Sekolah Dasar (SD). Lantaran kondisi keluarga yang berkekurangan maka Mawar tidak lagi melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan saat itulah PN memperkosanya. Mawar telah menikah saat ini dan tinggal di dusun Webolar Kecamatan Tanimbar Selatan bersama suaminya.

Perilaku asusila seperti ini sering ditemui di kalangan Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka inilah yang nantinya menjatuhkan wibawa pemerintahan dan juga profesi ASN.

Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon diminta untuk segera memanggil yang bersangkutan agar dimintai keterangannya dan sekaligus memberikan sangsi disiplin sesuai aturan perundang - undangan yang berlaku. (MK)